Dicopot! Kades Tiga Desa Ancam Turunkan Massa, Bupati Bundra Jaya: Silahkan Itu Hak Mereka

Bupati Kabupaten Seluma, H. Bundra Jaya, MH.
Bupati Kabupaten Seluma, H. Bundra Jaya, MH saat diwawancarai awak media.
Create: Tue, 06/30/2020 - 19:31
Author: Redaksi

 

BENGKULU, eWARTA.co -- Polemik pemberhentian sementara tiga kepala desa di Kecamatan Semidang Alas Maras berujung panjang, pasalnya masyarakat dari ke tiga Desa tersebut mengancam akan mengelar aksi unjuk rasa ke kantor Bupati Seluma.

Direncanakan, aksi tersebut akan digelar pada Kamis (02/07) yang akan datang.

Menangapi hal tersebut, Bupati Seluma Bundra Jaya mengatakan bahwa keputusan Pemkab Seluma terkait pemberhentian sementara tiga Kades tersebut sudah sesuai aturan yang berlaku. Namun jika masyarakat ingin melakukan aksi silahkan.

"Mereka mau melakukan aksi demo, silahkan saja, itukan hak mereka. Pemerintah netral. Sesuai dengan aturan yang berlaku, Saya tidak akan kesana kemari, tetap dengan keputusan tersebut,"tegas Bundra kepada wartawan. Selasa (30/06/20).

Lebih lanjut Bundra, bahwa dirinya mempersilahkan pihak kades untuk menempuh jalur hukum, baik melalui PTUN atau jalur hukum lainnya. Jika, memang dari keputusan tersebut nantinya Pemkab Seluma kalah, maka silahkan untuk kembali berjalan sesuai putusan tersebut.

"Kalau memang keberatan dengan keputusan tersebut, kalau terus seperti ini juga tidak akan selesai, silahkan diuji ke PTUN, nanti jika keputusannya memang salah maka itu sudah keputusan pengadilan, atau diuji SK tersebut, "sampai Bundra.

Sementara itu, Asisten III Setda Seluma, Marhakidinata mengatakan jika memang pihak dari ke tiga Kades dan masyarakat mau menyampaikan asfirasi mereka silahakan, hanya saja jangan sampai anarkis.

"Kalau sesuai aturan, semuanya sudah sesuai. Namun, jika memang ingin menyampaikan aspirasi maka silahkan yang penting jangan sampai anarkis,"tegas Marhakidinata.

Sebelumnya, belasan masyarakat perwakilan dua desa Kecamatan Semidang Alas Maras (SAM), Senin (29/06) mendatangi kantor Bupati Seluma. Kedatangan warga Desa Padang Kelapo dan Ujung Padang ini guna menyampaikan aspirasi terkait dengan pemberhentian sementara Kades selama empat bulan.

Pemberhentian sementara Kades ini karena dianggap melanggar aturan dengan memberhentikan perangkat desa tanpa alasan yang jelas.

Setelah itu, belasan masyarakat dan kuasa hukum langsung menuju Polres Seluma guna untuk meminta izin untuk melaksanakan aksi pada kamis (02/06) di depan kantor Bupati Seluma.

Untuk diketahui, sistem pemerintahan di desa tidak akan stabil. Penonaktifan sementara merupakan hal yang semena-mena tanpa memikirkan nasib masyarakat mengingat situasi dan kondisi ditengah pandemi Covid19.

Keputusan Bupati dalam memberhentikan Kepala Desa dinilai memaksakan kehendak dengan memanfaatkan kekuasaan tanpa memikirkan akibat yang terjadi.

Penunjukan Sekdes sebagai Plt Kepala Desa tidak ada dasar dan alasan yang kuat. Pelaksanaan penjaringan Perangkat Desa Padang Kelapo merupakan Aspirasi Masyarakat dan bukan kehendak Kepala Desa.

Tiga Kepala Desa di Kecamatan Semidang Alas Maras (SAM) yakni, Kades Desa Padang Kelapo Onzaidi, Kades Desa Gunung Kembang Warlan Sadihin, dan Kades Desa Ujung Padang Leronan, diberhentikan sementara. Pasalnya ketiga kades tersebut telah memberhentikan perangkat desa, secara sepihak.

Berdasarkan SK Bupati Seluma, ketiga kades diminta untuk kembali mengatifkan perangkatnya akan tetapi tidak dihiraukan.

Sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Seluma sebelumnya, Tiga kepala desa telah diberhentikan sementara dan menunjuk Sekretaris Desa sebagai Pelaksana Tugas Kepala Desa. (Nor)