BI Gelar Sarasehan Perekonomian untuk Capai Target Pertumbuhan Ekonomi di Bengkuku

Create: Tue, 23/09/2025 - 11:32
Author: Redaksi

 

BENGKULU, eWarta.co -- Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu menggelar Sarasehan Perekonomian dengan tema "Diseminasi Moneter dan Fiskal: Optimalisasi Potensi Daerah dalam Upaya Mencapai Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen".

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, perwakilan pemerintah daerah setempat, perbankan, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas masyarakat.

Foto: ewarta.co

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BI Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menjelaskan bahwa salah satu tantangan besar yang dihadapi Bengkulu adalah bagaimana mendorong investasi, meningkatkan ekspor-impor, serta memperkuat konsumsi rumah tangga.

"Kalau kita bicara pendapatan per kapita masyarakat Bengkulu tahun 2023, tercatat sekitar Rp43 juta per orang per tahun, atau rata-rata Rp4 juta per bulan. Untuk naik kelas menjadi daerah berpendapatan tinggi, angka itu harus meningkat hampir sepuluh kali lipat, minimal Rp430 juta per orang per tahun," ujarnya.

Wahyu menekankan bahwa sinergi antara kebijakan fiskal pemerintah dan moneter yang dijalankan BI menjadi kunci untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

"Kita sekarang satu arah. Kalau pemerintah pusat menggelontorkan belanja Rp200 triliun untuk mendukung perekonomian, BI juga ikut mendorong melalui instrumen moneter. Sinergi inilah yang menjadi kekuatan," sampainya.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 diproyeksikan tetap positif di kisaran 4-6 persen. Sementara inflasi masih relatif terkendali, meski kelompok bahan makanan menjadi penyumbang utama kenaikan harga.

"Inflasi bahan pangan tercatat mencapai 4,7 persen. Ini yang perlu diwaspadai, karena daya beli masyarakat kita sangat sensitif terhadap harga kebutuhan pokok," tegas Wahyu.

Wahyu menekankan bahwa Bengkulu harus segera menyiapkan strategi agar tidak terjebak dalam middle income trap.

"Kita tidak bisa hanya mengandalkan konsumsi rumah tangga. Harus ada peningkatan produktivitas, nilai tambah, dan daya saing produk lokal. Jika semua sektor bergerak bersama, maka target pertumbuhan ekonomi 8 persen bukan hal yang mustahil," ujarnya.

Sambutan diakhiri dengan ajakan agar seluruh elemen daerah menjadikan forum tersebut sebagai ruang diskusi konstruktif.

"Ekonomi Bengkulu hanya bisa tumbuh pesat apabila ada kerja kolektif antara pemerintah, dunia usaha, perbankan, akademisi, dan masyarakat. Ini saatnya kita bersama-sama mencari solusi, bagaimana Bengkulu bisa maju, masyarakat sejahtera, dan pendapatan per kapita meningkat signifikan," pungkasnya. (**)