Debat Terbuka Pilkada Seluma, Dua Kandidat Adu Gagasan

 

SELUMA, eWarata.co -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Seluma gelar debat ke-2 pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Seluma tahun 2024 di hotel Santika Kota Bengkulu pada Minggu malam (16/11/2024). 

Melalui Profil masing-masing pasangan kepala dan wakil kepala daerah, visi dan misi, serta program kerja para Pasangan Calon kepada Pemilih dan masyarakat. Kemudian memberikan informasi secara menyeluruh kepada Pemilih sebagai salah satu pertimbangan masyarakat Kabupaten Seluma dalam menentukan pilihan nantinya. 

Dalam sesi tanya jawab dan tanggapan antar calon Bupati dan Wakil Bupati Seluma dengan pertanyaan ' sektor pertanian, kehutan dan perikanan di kabupaten Seluma menyumbang 47,9 % dari perekonomian Daerah. Langkah kongkrit yang di ambil bahwa dana tersebut benar-benar di gunakan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa secara langsung serta bagaimana anda untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas pengelolaannya guna mencegah potensi penyalahgunaan'. 

Dalam hal ini paslon nomor urut 1 menerangkan bahwa perekonomian daerah bisa lebih diperkuat dengan peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), menerapkan teknologi tepat guna, seta melakukan pendampingan yang dilakukan oleh pihak yang berkompeten. 

"Ketika ada bantuan, ketika ada program yang berkaitan dengan pertanian ataupun yang lain kita perkuat dengan peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia) sesuai dengan aturan yang berlaku, perdayakan teknologi tepat guna, pendampingan yang professional melibatkan pihak kampus ataupun pihak yang berkompeten. Dengan kerjasama yang baik sehingga pengawasan kita sinergikan, sehingga pengawasan dan untuk pelaksanaan bisa setransparan mungkin, " Sampai Teddy Rahman. 

Menaggapi pertanyaan tersebut, paslon nomor Urut 2 juga menjelaskan, bahawa pemerintahan Daerah harus bersinergi dengan pemerintahan Provinsi ataupun pemerintahan Pusat untuk menggali setiap potensi yang di miliki setiap Desa. Selain potensi yang dimiliki, peningkatan kapasitas SDM masyarakat juga menjadi salah satu faktor kunci dalam menentukan keberhasilan program yang dilakukan. 

"Kondisi hari ini, apapun dana Desa yang dilakukan kalau tidak ada evolusi yang dilakukan tentang penguatan potensi desa sebagai basis penguatan di masyarakat setempat, kita harus mempiralkan identitas dan potensi Desa, tidak semua desa paham potensi apa yang dimiliki, pemerintah harus menetapkan dan ikut menggali potensi apa yang dimiliki masing-masing Desa ataupun kelurahan. Desa agrowisata, Desa Penghasil beras, Desa Nelayan ataupun potensi lainnya, potensi ini yang harus dikembangkan. Penguatan, perlunya pengawasan dan pendampingan, oleh karena itu sektor-sektor yang dilibatkan, baik dari pemerintahan pusat, Provinsi, Kabupaten, Kecamatan ini harus bersinergritas, " Sampai Jonaidi. (Rns)