BENGKULU, eWarta.co – Citra pariwisata Kota Bengkulu kembali tercoreng. Di saat pemerintah gencar mempromosikan kota sebagai destinasi ramah wisatawan, ulah oknum pedagang di Pantai Panjang kembali viral di media sosial.
Kali ini, seorang pengunjung diduga dipaksa membayar uang sewa pondok sebesar Rp150.000 dan tarif parkir yang tidak wajar.
Sebelumnya, kasus serupa pernah meledak hingga Walikota Dedy turun tangan langsung menegur pedagang. Dedy menegaskan, praktik "getok harga" semacam ini jelas merusak citra Bengkulu.
"Utamakan keramahan dan pelayanan baik. Suasana nyaman dan harga wajar itu kunci agar wisatawan betah," tegas Dedy dalam peringatannya.
Ironisnya, saat dikonfirmasi, para pedagang berdalih bahwa tarif Rp150.000 hingga Rp200.000 adalah "kesepakatan bersama".
Gerah dengan situasi ini, Plt Kepala Dinas Pariwisata Nina Nurdin menyatakan pemerintah akan lebih tegas. Sebagai solusi konkret, Pemkot kini sedang membangun pondok dan gazebo gratis di seberang Hotel Grand Bougenville.
"Tempat ini gratis, tidak dipungut biaya. Insya Allah tahun baru sudah bisa dipakai," jelas Nina, Kamis (13/11/2025).
Selain itu, Nina juga mempersilakan pengunjung memanfaatkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di seberang Angel Wings untuk bersantai. "Silakan gelar tikar, bawa makanan dari rumah, tapi tolong jaga kebersihannya," pungkasnya. (Rls)









