Melon Green House Toboponik UNIB, Model Baru Pertanian Bengkulu

Create: Wed, 17/11/2021 - 19:54
Author: Alwin Feraro

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menghadiri Panen Melon Parcel di Kebun Melon Green House Toboponik UNIB dan Penanaman Pohon di Gedung Pasca Sarjana Fakultas Pertanian UNIB, Rabu (17/11). Dalam kesempatan ini Rohidin didampingi Sekda Provinsi Bengkulu Hamka Sabri dan Rektor Universitas Bengkulu (UNIB) Retno Agustina Ekaputri.

Gubernur mengatakan, Kebun Melon Green House Toboponik UNIB ini merupakan langkah nyata dalam penerapan ilmu pengetahuan di kampus.

"Artinya tidak hanya bicara skala ilmu, laboratorium, demplot, uji coba dan seterusnya, tapi langsung melihat hasil akhirnya. Dan tentu produk hasil akhir dari perguruan tinggi punya nilai ekonomi tinggi, ramah lingkungan dan menarik sesuai selera pasar," jelas Gubernur Bengkulu ke-10 ini.

Selain itu menurut Gubernur Rohidin, dengan penerapan keilmuan dan memiliki nilai ekonomi tinggi, ramah lingkungan dan sesuai selera pasar, maka pertanian di Bengkulu dipastikan mengikuti perkembangan zaman.

"Kalau ketiga unsur ini bisa dihasilkan dengan produk oleh sebuah perguruan tinggi, nah itu baru namanya bagus sekali. Dan harapan saya semua perguruan tinggi di Bengkulu harus mulai ke arah itu," pungkasnya.

Dijelaskan Rektor UNIB Retno Agustina Ekaputri, Milenial Farmer Toboponik UNIB menjadi salah satu harapan besar model pengembangan pertanian Bengkulu ke depan. Model ini juga diimpikan bisa membantu petani Bengkulu menciptakan produk-produk baru.

"Jadi kami harapkan dukungan dari semua pihak dan pemerintah atas model pertanian seperti ini. Sehingga tidak hanya bertani, namun juga petani Bengkulu juga bisa menciptakan produk yang kekinian," ungkapnya.

Sementara itu disampaikan Dekan Fakultas Pertanian UNIB Dwi Ganepianti, salah satu kegiatan penanaman melon secara tradisional dan dikolaborasikan dengan model baru, sehingga nutrisinya terkontrol dan bebas penyakit.

"Produk ini kami harapkan mewarnai pasar Bengkulu bahkan nasional. Bukan hanya sekedar buah untuk dimakan namun juga menjadi parcel atau untuk oleh-oleh," katanya.