BENGKULU,eWARTA.co -- Calon Bupati dan Wakil Bupati Seluma Nomor Urut 3 (Tiga) Erwin Octavian dan Gustianto (Yayan) terus mensosialisaikan program-program prioritas keduanya jika diamanahkan rakyat untuk memimpin Seluma periode 2021-2024 nanti.
Salah satunya adalah "Seluma Seribu Jalan Mulus". Program ini termasuk yang paling direspon antusias oleh warga Seluma karena memang salah satu hal yang paling dibutuhkan dan dinanti oleh warga. Wajar saja, mengingat banyaknya akses jalan yang rusak hampir di seluruh desa dan kelurahan yang ada di kabupaten Seluma.
Erwin mengatakan, jalan merupakan tulang punggung roda perekonomian masyarakat Seluma, terutama yang tinggal di desa-desa. Jalan mulus, menurut pemuda berdarah asli Serawai kelahiran Masmambang 40 tahun yang lalu itu, merupakan solusi yang paling tepat untuk memecah persoalan-persoalan mendasar lainnya yang ada di pedesaan.
"Hampir setiap desa yang saya kunjungi, kondisi jalannya banyak yang rusak. Ini memprihatinkan. Di sisi lain, mayoritas masyarakat di pedesaan banyak yang berkebun sawit, karet, kopi, ada juga yang bersawah. Nah, jalan rusak menjadi masalah bagi mereka saat ingin menjual hasil kebunnya keluar desa," kata Erwin, Kamis (22/10/2020).
Dilanjutkan Erwin, jalan rusak mempengaruhi nilai jual hasil panen masyarakat. Contoh, jika di daerah Sukaraja dan sekitarnya harga sawit bisa diatas Rp 1.200 perkilogram, sedangkan di daerah Ulu Talo dan Ulu Alas harga sawit ini sangat rendah, dibawah Rp 1.000 perkilogram, bahkan ada yang hanya dihargai Rp 700 perkilogram.
"Mengapa demikian? Jalan rusak salah satu penyebabnya. Jalan rusak menambah beban biaya operasional jasa angkutan buah sawit, sebagai perimbangannya, toke pun menurunkan level harga beli buah sawit dari warga," ucap Erwin.
Jalan rusak juga berdampak pada pelayanan dasar lainnya untuk masyarakat seperti misalnya pendidikan dan kesehatan. Banyak contoh puskesmas dan sekolah di desa yang "sepi" tenaga medis dan tenaga pengajar. Hal ini, salah satunya, juga disebabkan oleh buruknya akses jalan masuk menuju desa tersebut. Asumsinya, jalan rusak ini mengendurkan semangat untuk datang ke desa.
"Banyak desa yang puskesmasnya sepi tenaga medis karena, mungkin, tak semangat datang ke desa karena jalan yang hancur dan rusak. Banyak sekolahan yang sepi tenaga pengajar juga karena hal yang sama. Kondisi ini harus segera diakhiri. Salah satu solusinya adalah memuluskan akses jalan di desa tersebut," tegasnya.
Namun demikian, tak sedikit pertanyaan kritis dialamatkan kepada paslon nomor urut 3 (tiga) tersebut tentang kemungkinan merealisasikan program "Seluma Seribu Jalan Mulus", mengingat postur APBD Kabupaten Seluma yang tergolong kecil dianggap tak akan mampu untuk merealisasikan program tersebut. Hal itu ditanggapi santai oleh Erwin. Menurutnya, tak ada yang tidak mungkin jika memang ada kemauan untuk mewujudkannya.
"Kuncinya, menurut saya, jika ada kemauan maka pasti ada jalan. Kemauan kuat pemimpin untuk mensejahterakan rakyatnya. Jika sudah demikian, insyaa Allah akan ada solusi mewujudkannya," kata Erwin.
Erwin menjelaskan, ia sudah mencoba membuat simulasinya dengan postur APBD Seluma yang ada. Ternyata dengan postur APBD Seluma yang terbilang kecil, it bisa dilakukan. Formulasinya, kata Erwin, rasionalisasi anggaran yang berbasis pada prinsip efisiensi dan efektivitas penggunaan anggaran.
"Simpelnya, metode penghematan anggaran agar dapat dialokasikan dan diprioritaskan pada pembangunan infrastruktur dan pembangunan SDM di kabupaten Seluma", ujarnya.
Putra sulung dari empat bersaudara itu meyakini, jika nanti dia dan pasangannya Gustianto terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Seluma, program Seluma Seribu Jalan Mulus ini dapat diwujudkan. Menurutnya, butuh gebrakan yang inovatif untuk mengangkat Seluma menjadi kabupaten yang maju dan modern.
"Saya dan pak Gustianto meyakini program seribu jalan mulus dapat terwujud. Apalagi ini benar-benar untuk kepentingan rakyat, saya yakin setiap rakyat Kabupaten Seluma ingin melihat dan merasakan jalan di desanya mulus dan bagus," demikian Erwin. (nor)









