Kotamobagu, eWarta.co -Pemerintah Kota Kotamobagu tengah mematangkan persiapan pelaksanaan Pasar Senggol menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Hal tersebut dibahas dalam rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M, pada Rabu (04/02/2026).
Rapat yang berlangsung di Cafe DSabua, Kelurahan Motoboi Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan, difokuskan pada penentuan lokasi Pasar Senggol agar tidak mengganggu ketertiban umum serta aktivitas pengguna jalan dan pejalan kaki.
Rapat Forkopimda tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat terkait, termasuk Kapolres Kotamobagu AKBP Irwanto, SIK, MH, Kepala Kejaksaan Negeri Kotamobagu Saptono, SH, unsur DPRD, Kepala Pengadilan Negeri Kotamobagu, perwakilan Dandim 1303/BM, Sekda Kotamobagu Sofyan Mokoginta, serta para asisten dan kepala dinas Pemkot Kotamobagu.
Pembahasan dimulai dengan pemaparan Asisten I Pemkot Kotamobagu, Sahaya Mokoginta, SSTP, ME, mengenai evaluasi pelaksanaan Pasar Senggol tahun 2025, yang akan menjadi bahan pertimbangan untuk tahun 2026.
Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, dalam arahannya menegaskan bahwa Pasar Senggol merupakan tradisi tahunan yang memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat, sehingga perlu dipersiapkan secara matang.
"Pasar Senggol ini sudah menjadi tradisi dan bagian dari upaya mendorong ekonomi masyarakat, sekaligus mempermudah warga memenuhi kebutuhan menjelang Idulfitri 1447 Hijriah," ujar Weny Gaib.
Meskipun pelaksanaan Pasar Senggol pada prinsipnya disetujui oleh Pemkot bersama Forkopimda, Wali Kota menekankan pentingnya memilih lokasi yang strategis, agar tidak mengganggu kepentingan umum. Terkait lokasi, ada tiga alternatif yang sedang dikaji, yaitu kawasan UDK, eks Rumah Sakit Datoe Binangkang, dan Gelora Ambang, sambil menunggu kemungkinan lokasi alternatif lain yang disiapkan pemerintah daerah.
Pasar Senggol sendiri dikenal sebagai pasar kilat yang rutin digelar menjelang Lebaran, dan selalu menjadi pusat keramaian serta tujuan masyarakat dari wilayah Bolaang Mongondow Raya.(RDM)









