BENGKULU, eWarta.co – Kekhawatiran mendalam mendorong sejumlah warga Desa Padang Kuas, Kabupaten Seluma, untuk mendatangi kantor Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu, Jumat pagi (11/4/2025).
Mereka menyampaikan keluhan terkait jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Taba Lagan - Bentiring (TLB) yang dituding telah merusak berbagai alat elektronik di rumah warga.
Dalam aksi ini, warga didampingi oleh lembaga lingkungan Kanopi Hijau Indonesia dan beberapa mahasiswa yang ikut mendukung perjuangan mereka. Salah satu perwakilan warga menyampaikan harapannya agar pemerintah segera turun tangan.
"Kami berharap kepada Bapak Gubernur segera menindaklanjuti permasalahan SUTT TLB yang telah merusak barang-barang elektronik kami," ungkap seorang warga dengan nada geram.
Manajer Pendidikan Kanopi Hijau Indonesia, Cimbyo, yang turut hadir dalam pertemuan itu, menjelaskan bahwa pihak ESDM telah memberikan respons atas laporan masyarakat. Mereka berjanji akan mengadakan pertemuan lanjutan.
"Tadi hasil audiensi, ESDM berjanji akan memfasilitasi pertemuan warga kembali pada Rabu mendatang. Mereka juga akan menghadirkan para peneliti untuk menjelaskan penyebab kerusakan alat elektronik warga," ujar Cimbyo.
Sebelumnya, hasil penelitian yang menyatakan bahwa kerusakan elektronik warga tidak terkait dengan keberadaan SUTT justru memicu kekecewaan di tengah masyarakat. Warga menilai hasil tersebut tidak mencerminkan kenyataan di lapangan.
"Sebelum adanya SUTT, kami nyaman-nyaman saja. Tidak pernah terjadi kerusakan. Tapi sekarang, hampir tiap sebentar alat elektronik kami rusak. Kami harap laporan ini segera ditindaklanjuti, jangan sampai menunggu ada korban jiwa atau kebakaran rumah. Kami sangat cemas," kata salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga berharap agar pemerintah tidak menutup mata dan segera mengambil langkah konkrit guna menyelesaikan masalah ini demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat. (Ni)









