JEMBER, eWarta.co – Setelah menuai gelombang protes keras dari warganet, aktivis mahasiswa, hingga pakar hukum, Anggota Komisi D DPRD Jember, Achmad Syahri Assidiqi, akhirnya angkat bicara. Legislator dari Fraksi Gerindra ini secara terbuka menyampaikan permohonan maaf terkait video viral dirinya yang tengah bermain game dan merokok saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) berlangsung.
Melalui unggahan video berdurasi 1 menit 3 detik pada Kamis (14/5/2026), Syahri mengakui bahwa perbuatannya merupakan kesalahan pribadi yang tidak patut dicontoh.
"Saya meminta maaf kepada masyarakat Jember, pimpinan DPRD, serta anak-anak muda yang menaruh harapan tinggi kepada wakil rakyat. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga dan saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi," ujar Syahri.
Syahri menegaskan tidak akan mencari pembenaran atas tindakannya. Ia menyatakan kesiapannya untuk menerima konsekuensi, baik sanksi dari internal partai maupun dari badan kehormatan lembaga legislatif.
Ia juga mengapresiasi kritik tajam dari kalangan mahasiswa, termasuk aspirasi yang mendesaknya untuk mundur dari jabatan. "Saya berterima kasih atas kritik teman-teman mahasiswa. Itu adalah bentuk kepedulian terhadap demokrasi dan etika pejabat publik," imbuhnya.
Kasus ini menyita perhatian besar karena terjadi saat Komisi D sedang membahas isu pelayanan dasar yang sangat krusial, yakni penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit campak di 15 kecamatan serta upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Jember.
Video yang diunggah oleh akun @pakjitu tersebut mulai beredar sejak Senin malam (11/5/2026). Dalam rekaman tersebut, Syahri terlihat asyik dengan ponselnya dan merokok, sementara rekan sejawatnya sedang serius berdiskusi mengenai nasib kesehatan warga Jember.
Meskipun permohonan maaf telah disampaikan, sejumlah elemen mahasiswa menilai hal tersebut belum cukup. Mereka mendesak DPRD Jember dan partai politik terkait untuk melakukan evaluasi serius demi menjaga muruah lembaga serta memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Sebagai salah satu legislator muda, tindakan Syahri dinilai kontraproduktif dengan ekspektasi publik terhadap regenerasi politik yang seharusnya mengedepankan etika dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas negara. (hafit)









