Boltim, eWarta.co – Dugaan perusakan Hutan Produksi Terbatas (HPT) yang dijadikan lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Buyat Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), kembali mencuat.
Selasa, 12 Mei 2026, Tim Gabungan Polres Boltim melakukan penertiban aktivitas PETI di HPT Garini, Desa Buyat Barat, Kecamatan Kotabunan. Dalam operasi tersebut, pihak kepolisian mengamankan 10 unit alat berat jenis excavator yang didapati beroperasi di lokasi, dan langsung dipasang police line.
Sumber resmi menyebutkan, seorang warga bernama Alfred, warga negara China, sedang dalam pencarian terkait aktivitas PETI di HPT Garini. “Saya tiba-tiba ditelepon untuk memberikan informasi mengenai keberadaan Alfred, yang diduga terlibat dan mendanai 10 unit excavator di lokasi HPT Garini. Saya kaget mendengar ada 10 unit excavator yang sudah di police line,” kata Yos, Senin, 18 Mei 2026.
Sementara itu, Ismail, warga Buyat, menambahkan bahwa Alfred dikenal sebagai salah satu pimpinan di PT Kutai Surya Mining (KSM). “Jika Alfred sedang dicari terkait PETI di HPT Garini, sangat mudah untuk memverifikasi identitasnya melalui PT KSM. Sebelum ada penindakan hukum, saya juga sering melihat warga China ini di sekitar Desa Buyat, dan kabarnya ia tinggal di rumah kontrakan di perbatasan Desa Buyat dan Ratatotok,” ujarnya.
Kapolres Boltim, AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, memastikan bahwa informasi tersebut telah diterima pihak kepolisian dan akan segera ditindaklanjuti. “Kami akan memanggil oknum warga China asal Jakarta untuk dimintai keterangan terkait dugaan keterlibatannya dalam aktivitas PETI di HPT Garini,” ujarnya kepada awak media.
(RDM).









