18 Tahun Berdiri, Lutra: Satu Dusun Ini Belum Tersentuh Pembagunan dan Listrik

Salfrida, Bidan Sukarela dusun Pulao Buso Desa Sassa' Kecamatan Baebunta Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan
Salfrida, Bidan Sukarela dusun Pulao Buso Desa Sassa' Kecamatan Baebunta Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan
Create: Wed, 06/05/2019 - 23:05
Author: Redaksi

 

SULSEL, ewarta.co - Tahun 2020 Kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan akan memilih kembali calon kepala daerah Bupati dan Wakil Bupati pasalnya periode Bupati Indah Putri Indriani 2015-2020 akan berakhir.

Program kerja pembangunan, raihan-raihan prestasi sudah banyak pula dikumpulkan, sangat disayangkan ada 74 KK di satu Dusun di Desa Sassa' Kecamatan Baebunta hingga saat ini belum tersentuh pembangunan dan aliran listrik.

Hal itu disampaikan Bidan desa Sukarela dan ratusan masyarakat dusun Pulao Buso di Desa Sassa'.

74 Kepala Keluarga (KK) yang selama ini belum menikmati listrik, anak sekolah belajar dibawah lilin sebagai alat penerangan untuk belajar dimalam hari.

Sudah 3 Orang yang memimpin Kabupaten yang dikenal sebagai Bumi Lamaranginang tersebut. Kampung Pulao Buso belum tersentuh pembangunan, jalan dikampung itu masih berupa tanah sebagian sudah lama di timbuni batu-batu besar menghadang dijalan.

Jika musim hujan seperti sekarang ini, jalan dikampung itu berlumpur. Bahkan roda dua sangat sulit melalui jalan perkampungan, apalagi mobil.

Bidan Desa Sukarela Salfrida Dampi menyebutkan, pemerintah selalu menjanjikan listrik dan pembangunan jalan dikampungnya itu tetapi belum satu pun terpenuhi.

" Ini mulai dari kepemimpinan mantan Bupati Arifin Junaidi sampai sekarang dijanji terus bahkan pemerintah desa selalu menjanjikan bahwa sabar kita akan usahakan dan dimasukan dalam musrembangdes, musrembang Kecamatan sampai musrembang Kabupaten tetapi sampai saat ini nihil, ampai saat ini kami tidak pernah rasakan listrik," keluh Bidan Desa yang masih sukarela pada media ini, Rabu (5/6/2019) sore.

Salfrida menambahkan, pemerintah selalu menjanjikan listrik untuk dimasukkan tetapi seakan dilupakan dan diabaikan begitu saja tanpa rasa peduli terhadap kami warga Dusun Pulao Buso Desa Sassa'.

"Kita berharap Pemerintahan Indah Putri Indriani sampai akhir tahun ini bisa mengusahakan dan merealisasikan keluh kesah kami warga Dusun Pulao Buso," ujarnya.

"Bidan Desa sukarela dan masyarakat di Pulao Buso sudah sangat mengeluh, karena harus hidup tanpa ada aliran listrik dan berharap, Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani akhir tahun ini bisa mampu membawa perubahan di kampung kami," tuturnya lagi.

Salfrida menuturkan, selama ini apabila ada masyarakat yang membutuhkan sarana cahaya lampu, maka terpaksa menggunakan lilin dan yang mampu ekonomi membeli ganset sendiri atau peralatan penerangan apa adanya.

Anak sekolah di Dusun tersebut harus belajar dibawah cahaya lilin di malam hari.

Lilin-lilin tersebut, kata Ida panggilan akrab bidan sukarela ini, dipadamkan warga ketika akan tidur di malam hari. (YS)