3 Ribu KM Persegi Wilayah Bengkulu Perlu Pengendalian Karhutla

Rapat koordinasi pengendalian Karhutla bersama TNI/ POLRI dan Dinas LHK prov Bengkulu, Jumat (27/9)
Create: Fri, 27/09/2019 - 15:44
Author: Redaksi
Tags

 

BENGKULU, ewarta.co - Kurang lebih seluas 3 ribu kilo meter persegi wilayah Bengkulu, mendapatkan pengendalian dan pengamanan serta perlindungan dari Pemerintah, TNI dan Polri maupun masyarakat.

Dengan daratan kurang lebih 2 ribu kilo meter persegi dengan wilayah pertanian kurang lebih 920 kilo meter persegi. Perlindungan dan pengamanan tersebut dilakukan agar seluruh wilayah Provinsi Bengkulu tidak terkena kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Beberapa faktor yang menyebabkan Karhutla diantaranya yaitu faktor alam, seperti musim kemarau, cuaca kering, kelembapan berkurang.

Selanjutnya yakni faktor manusia, perilaku masyarakat dalam hal membersihkan lahan, membakar hutan untuk dibuat lahan pertanian dan lain sebagainya.

"Faktornya cuma dua, faktor alam dan faktor manusia, yang ini yang harus kita kendalikan secara bersama-sama," Beber Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, Jum'at (27/9).

Adapun tindakan yang paling krusial diambil oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu yakni pengendalian, dengan biaya yang murah, mudah dilakukan tetapi betul-betul konperhensif dan semua stakeholder berperan sesuai bidang masing-masing.

Tindakan yang kedua adalah semua elemen proaktif dalam menanggapi bencana, tidak perlu menunggu perintah dari atasan terlebih dahulu baru bergerak jika adanya bencana, sehingga nantinya biaya tak terduga bisa dipakai untuk melakukan aksi tanggap bencana.

Selanjutnya adalah penegakan hukum, sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo pada saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tanggap Bencana Karhutla di Bali beberapa waktu lalu, bahwa penegakan hukum ini tentunya dilaksanakan oleh aparat penegak hukum.

Yang tidak kalah pentingnya yaitu Instansi teknis, seperti BKSDA, Kehutanan, KPH, termasuk masyarakat pelaku usaha perkebunan, yang harus menjaga hutan dari berbagai ancaman.

"Kalau ke empat poin ini dilakukan, pencegahan dikedepankan, kalau terjadi segera bertindak masing-masing, kalau ada pelakunya tegakkan hukum, yang keempat jaga wilayah-wilayah hutan ini," Tegas Rohidin.

Rohidin cukup bersyukur, karena di Bengkulu tidak terdamoak kebakaran hutan yang begitu besar seperti yang terjadi di wilayah lainnya di tanah air, hanya saja baru tahun ini Bengkulu terdampak karhutla yang cukup besar di wilayah Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara.

Beberapa tahun terakhir, Bengkulu mendaptkan apresiasi karena hampir tidak ada kejadian kebakaran hutan yang begitu mengancam, baik kerusakan ekosisistem maupun mengancam keselamatan manusia. (Nay)