JEMBER, eWarta.co -- Setelah hampir dua bulan bergotong royong, rumah Ibu Sumiyati, seorang janda lansia di Desa Serut, Kecamatan Panti Kabupaten Jember Jawa Timur, akhirnya berdiri kokoh kembali. Rumah janda yang hidup sebatang kara ini, dibangun kembali setelah diterjang angin kencang dan hujan deras pada 24 Desember tahun lalu, yang membuat Ibu Sumiyati harus hidup di bawah tenda.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, bersama Camat Panti, Kepala Desa Serut, dan relawan, menginisiasi gerakan sosial untuk membangun kembali hunian yang layak bagi Ibu Sumiyati.
"Hari ini saya merasa sangat bahagia sekaligus terharu melihat Ibu Sumiyati bisa tertawa kembali," ucap Kepala BPBD Jember, Edi Budi Susilo, dikutip eWarta.co, Minggu ( 16/3/2026)
Rumah ini dilengkapi dengan material berkualitas dan bantuan komprehensif, seperti sembako, kasur, dan uang tunai. Pemerintah Kecamatan juga akan mengusulkan bantuan melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk pemeliharaan ke depannya.
Aksi ini diharapkan menjadi percontohan bagi wilayah lain dalam menangani dampak bencana secara humanis.
Sebada disampaikan Camat Panti, Hendra Kusuma. Ia menegaskan Pemerintah Kecamatan telah menyiapkan langkah-langkah strategis agar beliau tetap mendapatkan perhatian jangka panjang.
"Kami akan mengusulkan bantuan melalui program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk pemeliharaan ke depannya," katanya.
Kepala Desa Serut, Abdul Asis, mengapresiasi kolaborasi untuk mewujudkan pembangunan rumah warganya hingga selesai 100%.
"Sebelumnya, rumah Sumiyati ini, roboh terkena Banjir. Beliau berteduh di bawah terpal, tanpa dinding. bahkan jika hujan pun harus menahan dingin ," kenang Abdul Azis.
"Kami sampaikan terima kasih kepada Gus Bupati Jember, Kepala BPBD Jember dan para relawan atas segala dukungannya hingga terbangun kembali rumah tersebut," ucapnya. (Hafit/Adv)









