BOLTIM, eWarta.co — Aktivitas galian material di Desa Liberia, Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), kembali menjadi sorotan masyarakat.
Kegiatan tersebut disebut-sebut berkaitan dengan seorang warga berinisial Cm dan menggunakan sekitar tiga unit alat berat serta sejumlah dump truck untuk mengeruk dan mengangkut material.
Sorotan warga tidak hanya menyangkut aktivitas pengerukan material, tetapi juga mempertanyakan legalitas dan aspek lingkungan dari kegiatan tersebut.
Di lokasi, terdapat papan yang mencantumkan nama Koperasi Produsen Multi Pihak Patriot Persatuan TNI, Polri, SIPIL PR Indonesia, dengan galian material disebut sebagai salah satu program kerja koperasi.
Namun, informasi tersebut menjadi pertanyaan setelah sebelumnya pengurus Koperasi Patriot dikabarkan memberikan bantahan bahwa koperasi mereka tidak terlibat dalam aktivitas penambangan maupun penyediaan material yang dipersoalkan di wilayah Liberia Timur.
Kondisi tersebut membuat masyarakat meminta adanya pemeriksaan langsung untuk memastikan siapa sebenarnya pengelola kegiatan di lokasi tersebut dan apa dasar legalitasnya.
Selain persoalan perizinan, keberadaan lokasi galian yang disebut berdekatan dengan kompleks pemakaman Muslim juga menjadi perhatian. Warga mempertanyakan apakah aspek keselamatan, lingkungan, tata ruang, serta keberadaan fasilitas sosial tersebut telah diperhitungkan dalam pelaksanaan kegiatan.
Masyarakat pun meminta Polres Boltim, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boltim dan Dinas Koperasi Boltim turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan sesuai kewenangan masing-masing.
Ada sejumlah hal yang dinilai perlu mendapat kejelasan, mulai dari siapa pengelola sebenarnya, dasar perizinan kegiatan, status persetujuan lingkungan, kesesuaian dengan tata ruang, hingga hubungan resmi antara aktivitas galian tersebut dengan koperasi yang namanya tercantum pada papan lokasi.
Sementara itu, beredar pula informasi di tengah masyarakat yang mengaitkan Cm dengan jaringan politik tertentu dan menyebut dirinya sebagai orang dekat salah satu tokoh politik. Informasi tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Karena itu, informasi mengenai dugaan adanya perlindungan atau hubungan tertentu tidak seharusnya dijadikan kesimpulan tanpa bukti dan keterangan resmi dari pihak-pihak terkait.
eWarta.co telah berupaya meminta konfirmasi kepada Kepala Dinas Koperasi Boltim dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boltim terkait aktivitas tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan yang diterima.
Media ini juga membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak pengelola kegiatan, Koperasi Patriot maupun pihak-pihak lain yang disebut dalam pemberitaan.
Publik kini menunggu kejelasan dari instansi berwenang. Jika seluruh persyaratan kegiatan telah dipenuhi, penjelasan resmi diharapkan dapat diberikan secara terbuka. Sebaliknya, apabila ditemukan pelanggaran, masyarakat berharap dilakukan tindakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.***
(Rm)










