Aplikasi SLAWE Kota Bengkulu Pikat Disdukcapil Sumbar

Lawatan Dinas Dukcapil Provinsi Sumbar beserta rombongan camat dari Kota Padang ke Dukcapil Kota Bengkulu, Senin (26/10/2020). 
Lawatan Dinas Dukcapil Provinsi Sumbar beserta rombongan camat dari Kota Padang ke Dukcapil Kota Bengkulu, Senin (26/10/2020). 

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Aplikasi Sistem Pelayanan Administrasi Warga Secara Elektronik (SLAWE) milik Pemerintah Kota Bengkulu memikat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Sumatera Barat. Ini diketahui dalam lawatan Dinas Dukcapil Provinsi Sumbar beserta rombongan camat dari Kota Padang ke Dukcapil Kota Bengkulu, Senin (26/10/2020). 

Rombongan yang dipimpin oleh Kabid Adminduk Dukcapil Sumbar Dasran disambut oleh Plt Kadis Dukcapil Kota Bengkulu Nofri Andriyanto di ruang kerjanya. Dalam pertemuan itu, Nofri menjelaskan inovasi di Dukcapil Kota Bengkulu salah satunya yang diunggulkan adalah 

“Kami dalam hal pelayanan telah mengarahkan ke online. Karena memang diawal Covid-19 kita dituntut melaksanakan pelayanan secara terbatas tidak tatap muka.. Kami permudah masyarakat. Saat ini tembus sampai 14 ribu permohonan SLAWE yang mampu diselesaikan tanpa mengharuskan masyarakat hadir dan mengantri,” jelas Nofri.

Dengan adanya aplikasi SLAWE, saat ini pengurangan masa yang berkunjung ke dukcapI sampai 70 persen. Sebelum ada aplikasi SLAWE, kantor dinas dukcapil hampir seperti pasar.

“Pelayanan SLAWE ini memang dituntut oleh kepala daerah dan ini menjadi salah satu inovasi kami. Pak dirjen dukcapil sempat sidak ke sini. Beliau tertarik. Beliau mengatakan inilah yang dia inginkan. Dirjen mengatakan aplikasi seperti inilah yang harus diterapkan secara nasional,” sampai Nofri.

Selain itu, Nofri juga menjelaskan di Kota Bengkulu juga ada program 3 in 1 suka duka. Yakni menerbitkan dan mengantar langsung akta kematian setiap ada warga yang meninggal termasuk membuatkan KTP serta KK baru. “Biasanya pimpinan kami (Plt walikota) yang mengantarkan langsung,” kata Nofri.

Kabid Adminduk Dukcapil Sumatera Barat, Dasran mengaku sangat tertarik dengan aplikasi SLAWE.

“Soal SLAWe ini kami membutuhkan data datanya. Kami tertarik untuk meningkatkan pelayana online. Bermacam-macam namanya, di Kota Padang juga ada pelayanan online tapi teknis dan namanya berbeda. Kami berpikir, bagaimana kalau Kota Padang bisa mencontoh,” ujar Dasran.

Masih kata Dasran, mereka berkunjung ke Dukcapil Kota Bengkulu juga ingin dapatkan informasi terutama terhadap pindah datang antar Kota Bengkulu dengan kabupaten/kota di Sumbar supaya sama-sama bisa mencarikan solusinya terhadap masyarakat yang belum berkesempatan melapor untuk pindah datangnya agar bisa mendapatkan dokumen kependudukannya. (Red/Adv)