Arus Balik Lebaran 2026, Pemkab Jember Perketat Pengamanan dan Optimalkan Fasilitas Jalan

 

JEMBER, eWarta.co – Memasuki H+4 Idulfitri 1447 H, Selasa (24/3/2026), volume kendaraan di jalur nasional yang menghubungkan Jember-Surabaya dan Jember-Bali mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Lonjakan arus ini didominasi oleh pemudik yang kembali ke rutinitas pekerjaan serta wisatawan lokal yang menuju berbagai destinasi unggulan di Kabupaten Jember.

​Mengantisipasi hal tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember telah mematangkan strategi pengamanan guna menjamin kelancaran serta kenyamanan para pengguna jalan.

​Kepala Dinas Perhubungan Jember, Gatot Triyono, menegaskan bahwa fokus utama tahun ini terletak pada manajemen kendaraan berat, pemetaan titik rawan kecelakaan (black spot), hingga perbaikan sarana prasarana jalan.

​"Fokus utama kami meliputi pembatasan kendaraan berat dan perbaikan fasilitas jalan demi kenyamanan pemudik maupun wisatawan," ujar Gatot saat dikonfirmasi, Selasa (24/3/2026).

Gatot menjelaskan, pembatasan operasional kendaraan angkutan barang diberlakukan sejak 13 Maret hingga 29 Maret 2026. Aturan ini menyasar kendaraan sumbu tiga atau lebih, termasuk truk gandeng dan tempelan.

​"Kendaraan tersebut dilarang melintas, kecuali yang mengangkut kebutuhan pokok, BBM, dan BBG. Angkutan material bangunan dan hasil tambang juga dilarang beroperasi selama periode ini untuk menekan risiko kemacetan," jelasnya.

Untuk mengawal arus di lapangan, Dishub Jember mengerahkan 40 personel internal yang disebar ke berbagai titik krusial. Pengamanan ini dilakukan secara terpadu melalui posko gabungan yang melibatkan Satlantas Polres Jember, Dinas Kesehatan, BPBD, hingga Satpol PP.

​"Personel kami siagakan mulai dari wilayah Sumberbaru hingga Garahan untuk memastikan pemantauan berjalan maksimal di setiap pintu masuk dan keluar Jember," tambah Gatot.

Selain pengawasan lalu lintas, Pemkab Jember juga tengah mengebut perbaikan fasilitas jalan raya, khususnya Penerangan Jalan Umum (PJU). Hal ini dilakukan untuk memastikan jarak pandang pengendara tetap optimal, terutama saat malam hari di lokasi rawan kecelakaan.

​Langkah ini juga merupakan respons cepat terhadap aspirasi masyarakat melalui kanal pengaduan Wadul Gus'e.

​"Instruksi Bupati sangat jelas: PJU harus menyala semua. Saat ini kami sedang melakukan perbaikan massal. Penerangan yang optimal adalah kunci keselamatan utama bagi para pengendara," pungkasnya. (Adv)

​Penulis: Hafit

Foto: Dok. Diskominfo Jember (Ilustrasi Arus Balik)