Badai La Nina Bengkulu hingga Februari 2022

Create: Wed, 10/11/2021 - 19:56
Author: Alwin Feraro
Tags

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan Badai La Nina di wilayah Provinsi Bengkulu diperkirakan berlangsung hingga Februari 2022.

Kepala BMKG Klause Damanik mengatakan, semua pihak harus siap siaga terkait potensi bencana yang ditimbulkan oleh fenomena La Nina termasuk bencana hidrometeorologi hingga awal tahun 2022 mendatang.

"Bengkulu akan mengalami puncak musim hujan bulan November ini, yang tidak lain adalah dampak dari fenomena La Nina. Kami mengajak semua pihak terkait untuk selalu waspada dan siaga menghadapi potensi bencana yang ditimbulkan oleh La Nina” kata Damanik (10/11/21).

Pernyataan ini diperkuat oleh BMKG pusat yang menganalisa data suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur, menunjukkan nilai anomali telah melewati ambang batas La Nina, yaitu sebesar -0.61 pada Dasarian I Oktober 2021. 

Kondisi ini berpotensi untuk terus berkembang yang diprakirakan akan berlangsung dengan intensitas lemah hingga sedang, setidaknya sampai Februari 2022.

Selain angin kencang, La Nina juga akan menimbulkan faktor-faktor pendukung terjadinya proses pembentukan awan hujan yang berpotensi menyebabkan hujan di seluruh wilayah Provinsi Bengkulu. Cuaca ekstrem ini melingkupi dari Mukomuko–Bengkulu Utara–Lebong–Rejang Lebong–Kepahiang–Bengkulu Tengah–Kota–Seluma– Bengkulu Selatan.

Berdasarkan La Nina tahun 2020 lalu, hasil kajian BMKG menunjukkan bahwa curah hujan mengalami peningkatan pada November-Desember-Januari terutama di wilayah Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali hingga NTT, Kalimantan bagian selatan dan Sulawesi bagian selatan. 

Atas hal ini La Nina tahun ini diprediksikan relatif sama dan akan berdampak pada peningkatan curah hujan bulanan berkisar antara 20-70% di atas normalnya. 

Akibatnya potensi bencana Hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang atau puting beliung ataupun terjadinya badai tropis.

"Pemerintah daerah, masyarakat, dan semua pihak terkait dengan pengelolaan sumber daya air dan pengurangan risiko bencana yang berada di wilayah yang berpotensi terdampak La-Nina, agar bersiap segera untuk melakukan langkah pencegahan dan mitigasi," sampainya. (Bisri)