BENGKULU, ewarta.co - Dua hari usai pelantikan, Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu didatangi puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Generasi Aswaja Bengkulu.
Kedatangan puluhan mahasiswa ini bertujuan untuk menyempaikan aspirasi mereka kepada Anggota DPRD Provinsi Bengkulu yang baru saja dilantik dan menyempaikan pesan damai dari Bengkulu untuk saudara-saudara yang ada di Papua.
Mengingat kejadian kerusuhan yang terjadi di Surabaya yang mendiskriminasi masyarakat Papua oleh komplotan oknum, hingga kerusuhan hebat tak dapat dielakkan lagi. Untuk itu, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Generasi Aswaja Bengkulu ini meminta agar kejadian tersebut tidak terjadi di Bengkulu. Bengkulu cinta Papua.
Enam perwakilan mahasiswa Generasi Aswaja Bengkulu mendapat kesempatan untuk bertemu dan berdiskusi menyampaikan aspirasi mereka kepada 13 orang Anggota DPRD Provinsi Bengkulu.
Koordinator II aksi yang dilakukan oleh Generasi Aswaja Bengkulu Goang Ginaldi meminta para anggota dewan Provinsi Bengkulu untuk menyampaikan pesan damai dari Bengkulu untuk Papua kepada masyarakat Bengkulu, agar tidak terjadi rasisme seperti yang terjadi di Surabaya.
"Kami dari Generasi Aswaja Bengkulu menyampaikan pesan damai untuk Papua, agar nanti kiranya anggota dewan yang di Provinsi ini bisa menyampaikan ke masyarakat Bengkulu jangan sampai ada rasisme yang terjadi di Bengkulu, seperti yang ada di Surabaya dan di Provinsi Lain," sampai Goang, usai melakukan mediasi dengan para anggota Dewan di Kantor DPRD Provinsi Bengkulu, Rabu (4/9).
Dempo Xler, selaku anggota DPRD Provinsi Bengkulu yang baru saja dilantik menyampaikan bahwa anggota dewan menerima aspirasi para mahasiswa ini dengan baik.
Selain itu, dirinya juga menyampaikan bahwa DPRD Provinsi Bengkulu mempunyai pandangan yang sama dengan apa disampaikan oleh para mahasiswa ini mengenai NKRI.
"Kita sama-sama cinta Papua dan NKRI, kita tidak rela jika Papua hilang dari Indonesia. Kita tidak ingin ada konflik horizontal, kita tidak ingin ada konflik antar suku, antar agama, Ras karena kita saudara, musuh kita itu bukan sudara tetapi kesenjangan sosial dan ketidak adilan sosial," Tegas Dempo, usai menerima aspirasi mahasiswa. (Nay)









