Idul Fitri DPR Seluma

googlesyndication

Bengkulu, Usaha Batik Rumahan yang Mendunia

 

BENGKULU, eWARTA.co -- Usaha produksi batik yang dikenal dengan 'Dony Batik' milik Dony Rusmandani (48) yang berlokasi di Jalan Nangka No 17 RT 13/RW 04, Panorama, Kota Bengkulu saat ini semakin berkembang. Beragam jenis tipe batik seperti selendang basurek, serta motif-motif kontemporer lainnya yang diproduksi dengan dua cara yakni batik tulis dan batik cap.  

Sementara itu, dengan cara batik tulis itu penulisan serta pelilinannya manual, sedangkan untuk batik yang di produksi cap ini menggunakan stampel khusus untuk cap motifnya karna sudah terpola di cap tersebut. 

"Untuk motif terbaru itu saya motif HD yang untuk kota madya, itu tahun 2019 Launchingnya. Alhamdulillah saya dipercaya untuk menyelesaikan itu", Ujar Dony, Sabtu (5/3/2022). 

Untuk peminat batik disini tidak pernah sepi, sebab dirinya selalu menonjolkan yang terbaru mulai dari motif, warna serta desain yang unik. Usaha batik milik Dony ini memang belum  berproduksi setiap hari, akan tetapi pemasarannya mampu menembus seluruh Indonesia bahkan sampai keluar negeri. 

"Iya sudah seluruh Indonesia seperti, Jawa barat, Jawa Tengah, Jakarta, bahkan Kuala lumpur serta Singapura juga pernah dan mereka semua pesan melalui online karena kita juga promosi melalui sosmed juga", tambahnya. 

Untuk proses batik sendiri ada yang tercepat yakni dengan canting cap sehari selesai, tetapi cuma satu warna. Sedangkan untuk beberapa warna serta beberapa proses yang rumit itu memakan waktu hingga satu bulan. 

"Untuk tipe yang paling diminati itu canting cap karena harganya standar lah, kalo untuk batik cap nya itu mulai dari 250 per potong dan untuk harga tertinggi saya jual di harga 2 juta 500 ribu untuk satu baju karena yang ini jarang peminatnya", katanya. 

Usaha yang dirintis Dony itu sejak tahun 2017 dengan modal awal yang seadanya dengan berbekal ilmu. Untuk saat ini omset yang di dapatkan Dony jutaan rupiah perbulan nya. 

"Untuk usaha saya yang masih kecil ini omsetnya berkisar 6 jutaan tergantung kondisi pemesanan, jadi usaha batik ini omsetnya gak flat karena ada turun naiknya, kadang-kadang juga ada kosongnya", pungkasnya. (Septi)