Bermimpi Gaji Belasan Juta, 4 Pemuda Bengkulu Malah Disiksa di Kamboja: Pemprov Siap Pulangkan

 

BENGKULU, eWarta.co – Isak tangis dan rasa haru mewarnai ruang rapat DPRD Provinsi Bengkulu saat panggilan video (video call) tersambung ke Phnom Penh, Kamboja. Di layar, Deni Febriansyah dan kawan-kawan menceritakan getirnya menjadi korban penipuan kerja internasional.

Obb

​Awalnya, mereka dijanjikan gaji Rp12,8 juta per bulan untuk bekerja di Vietnam. Namun, kenyataan pahit justru menghantam. Alih-alih pemasaran elektronik, mereka disekap di Kamboja, paspor disita, dan dipaksa menjadi operator judi online.

​"Kami dipaksa menipu, kalau gagal kami dipukul," ungkap Deni saat menceritakan pelarian mereka hingga berhasil mencapai KBRI.

​Mendengar kronologis tersebut, Pemprov Bengkulu bersama Baznas langsung mengetuk palu: Seluruh biaya pemulangan akan ditanggung. Saat ini, keempat korban tinggal menunggu Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) terbit.

​Ketua Komisi IV DPRD, Usin Abdisyah Putra Sembiring, meminta publik ikut mengawal kepulangan ini. "Kita pastikan mereka sampai ke rumah dengan selamat dan sehat," pungkasnya. (rls)