Bertambah 4 Guru Besar, UNIB Miliki 41 Guru Besar

Universitas Bengkulu, kini miliki 41 Guru Besar
Create: Thu, 26/09/2019 - 20:37
Author: Redaksi
Tags

 

BENGKULU, ewarta.co - Empat Guru Besar Universitas Bengkulu (Unib) dikukuhkan, dua diantaranya Guru Besar Fakultas Pertanian (FP) dan dua lagi Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan (FMIPA).

Mereka adalah Prof. Dr. Ir Ridwan Yahya, M.Sc dan Prof. Ir. Marulak Sinarmata, M.Sc, Ph.D adalah Guru Besar Fakultas Pertanian, Prof. Dr. Irfan Gustian, S.Si., M.Si dan Prof. Dr. Morina Adfa, S.Si., M.Si aadalah Guru Besar FMIPA.

Sebelumnya, Unib telah mimiliki 37 orang Guru Besar dan sekarang bertambah empat orang, menjadi 41 orang Guru Besar dari berbagai bidang keahlian dan berbagai Fakultas di Unib.

Dikatakan Rektor Unib Ridwan Nurazi, penambahan Guru Besar Unib ini diharapkan dapat memverikan banyak kontribusi di berbagai hal, karena Guru Besar ini merupakan gelar tertinggi di jabatan fungsional sebagai Dosen.

"Mereka ini sudah menyandang gelar Guru Besar, itu adalah jabatan tertinggi di jajaran dosen, dan kita harapkan nanti banyak peran untuk diri mereka sendiri dan juga untuk institusi, dalam hal ini Universitas Bengkulu," Kata Ridwan.

Penambahan Guru Besar di Unib ini juga menjadi salah satu menunjang peningkatan akreditasi Universitas, disamping prodi-prodi masing-masing Guru Besar berasal, karena masih banyak hal lain yang masih harus dipertimbangkan untuk menaikkan akreditasi Universitas maupun Prodi.

Tidak kalah penting juga, dilihat fasilitas yang disediakan di Universitas, seperti jaringan internet serta fasilitas lainnya yang menunjang proses belajar mengajar di lingkungan Universitas.

Namun, sembilan Fakultas yang ada di Universitas Bengkulu belum semuanya memiliki Guru Besar, Seperti Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakuktas Teknik (FT) dan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK).

Dua fakultas yang belum memiliki Guru Besar, FT dan FKIK dikarenakan masih tergolong muda, namun untuk FISIP yang sudah tergolong fakultas lama memiliki banyak kendala untuk dosen mengajukan proposal sebagai Guru Besar.

Oleh sebab itu, pihak Universitas ingin mendorong dosen-dosen FISIP yang sudah mempunyai gelar Doktor (Dr) untuk mengejar gelar Guru Besar dengan upaya yang maksimal, karena salah satu proses yang paling berat dalam mencapai gelar Guru Besar tersebut adalah mempublis hasil karya ilmiah di jurnal internasional bereputasi.

"Sebenarnya kita sudah melakukan upaya-upaya seperti Coaching clinick, agar mereka itu punya pengertian atau apa sehingga nanti kita akan bantu mungkin kesulitan karena tidak semua dosen bisa berbahasa Inggris atau menulis bahasa Inggris dengan baik, itu akan kita bantu yang penting mereka punya penelitian yang layak untuk ditampilkan di jurnal internasional," Tandasnya. (Nay)