BI Jember: Ekonomi 2025 Melesat, PAD Tembus Rp1 Triliun Tanpa Naikkan Pajak

Create: Wed, 08/04/2026 - 08:20
Author: Redaksi

 

JEMBER, eWarta.co – Kabupaten Jember mencatatkan prestasi gemilang sepanjang tahun 2025. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jember menembus angka Rp1 triliun. Capaian ini dibarengi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi dalam lima tahun terakhir serta lonjakan PAD hingga 36% tanpa adanya kenaikan tarif pajak.

​Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember, Gunawan (Nama disesuaikan atau tetap Iqbal Reza Nugraha sesuai naskah), mengungkapkan bahwa kunci kesuksesan Jember terletak pada optimalisasi potensi daerah dan penutupan celah kebocoran anggaran, alih-alih membebani masyarakat dengan pajak baru.

​"Jember menunjukkan kombinasi yang kuat antara pertumbuhan ekonomi dan pengoptimalan pendapatan daerah," ujar Iqbal Reza, dikutip pada Selasa (7/4/2026).

​Menurutnya, capaian ini sangat istimewa karena banyak daerah lain mengalami pertumbuhan ekonomi namun pendapatannya stagnan. Sebaliknya, ada pula daerah yang PAD-nya naik hanya karena menaikkan pajak, yang berisiko membuat ekonomi menjadi tidak sehat. Berbeda dengan itu, laju ekonomi Jember pada 2025 justru menjadi yang tertinggi sejak tahun 2020.

​Digitalisasi keuangan daerah juga memainkan peran krusial dalam memperkuat transparansi dan efisiensi birokrasi. Memasuki tahun 2026, ekonomi Jember diprediksi akan terus melaju positif, ditopang oleh masuknya belanja pemerintah pusat serta geliat sektor pariwisata.

​Selain itu, munculnya pusat aktivitas ekonomi baru—seperti pembangunan rumah sakit dan pabrik pengalengan ikan—turut memperkuat basis pertumbuhan. Program strategis seperti Makan Bergizi Gratis dan program "Bunga Desaku" (Bupati Ngantor di Desa) juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal sekaligus mengatasi ketimpangan antarwilayah.

​Terkait dampak pertumbuhan terhadap stabilitas harga, Iqbal menegaskan bahwa inflasi di Jember masih berada dalam kendali. "Inflasi tidak selalu buruk selama terkendali. Selama masih dalam rentang target dan di bawah angka pertumbuhan ekonomi, kondisinya masih sangat aman," jelasnya.

​Data awal 2026 menunjukkan adanya pola musiman. Inflasi sempat tercatat naik pada Februari karena memasuki periode puncak (Ramadan dan Idulfitri), namun mulai melandai pada Maret.

​Ke depan, pengendalian inflasi akan diperkuat melalui forum koordinasi lintas sektor, termasuk intervensi pasar dan distribusi bantuan sembako melalui program "Bunga Desaku". Program ini juga difokuskan untuk menyentuh kantong-kantong kemiskinan yang masih terkonsentrasi di kawasan pinggiran, seperti wilayah perdesaan, perkebunan, hutan, dan pesisir.

​"Intervensi pembangunan kini difokuskan pada wilayah-wilayah tersebut. Tujuan akhirnya adalah menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata," pungkasnya.

​Penulis: Hafit

Foto: Bupati Jember dalam acara Bunga Desaku di Desa Lampeji, Mumbulsari.