BPS, Penduduk Miskin di Bengkulu Menurun

Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Dyah Anugrah Kuswardani
Create: Tue, 06/08/2019 - 10:49
Author: Redaksi
Tags

 

BENGKULU, ewarta.co - Baru-baru ini Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu merilis data jumlah penduduk miskin yang ada di Provinsi Bengkulu.

Berdasarkan data tersebut, Provinsi Bengkulu mengalami penurunan jumlah penduduk miskin jika dibandingkan dengan tahun 2018 lalu. Dari data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, Senin (5/8) kemarin, yang menyatakan jumlah penduduk miskin di Provinsi Bengkulu hingga Maret 2019 mencapai 302.302 orang atau 15,23 persen.

"Jumlah penduduk miskin di Bengkulu pada Maret 2019 mengalami kenaikan sebesar 488 orang, dibandingkan dengan kondisi Maret 2018 yang sebesar 301.814 orang atau 15,43 persen," ucap Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Dyah Anugrah Kuswardani.

Dikatakannya bahwa Kenaikan tersebut kemungkinan disebabkan ada penduduk miskin yang sebelumnya belum terdata oleh Pemerintah dan pada tahun ini sudah terdata.

Angka tersebut lebih rendah 0,2 persen dibandingkan dengan penduduk berpengeluaran per kapita di bawah garis kemiskinan pada Maret 2018 lalu.

"Kemungkinan penambahan tersebut karena ada penduduk miskin yang baru terdata," katanya.

Meski bertambah sedikit, Dyah mengaku, persentase penduduk miskin di daerah perkotaan mengalami penurunan dari 15,25 persen pada Maret 2018 menjadi 14,70 persen di Maret 2019.

Bahkan penurunan tersebut juga diikuti persentase penduduk miskin di daerah perdesaan dari 15,52 persen pada Maret 2018 menjadi 15,49 persen pada Maret 2019.

"Kalau kita lihat data, pesentase penduduk miskin baik di Kota dan Desa mengalami penurunan," ujarnya.

Dyah menyebutkan, selama periode Maret 2018 hingga Maret 2019, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun sebanyak 952 orang dari 97.470 orang pada Maret 2018 menjadi 96.518 orang pada Maret 2019.

Sementara di daerah perdesaan bertambah sebanyak 1.438 orang dari 204.345 orang pada Maret 2018 menjadi 205.783 orang pada Maret 2019.

"Walaupun ada pertambahan di desa, tetapi secara persentase penduduk miskin di Bengkulu mengalami penurunan," ungkapnya.

Sementara itu, untuk jumlah penduduk miskin di Bengkulu disebabkan oleh peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan. Bahkan komoditi beras dan rokok masih berkontribusi besar pada pengeluaran penduduk miskin di Perkotaan dan Pedesaan di Provinsi Bengkulu.

Dimana beras berkontribusi sebesar 19,76 persen di Kota dan 26,70 persen di desa. Begitu juga rokok kretek filter dimana masing-masing berkontribusi sebesar 13,81 dan 10,82 persen.

"Akan tetapi sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan pada Maret 2019 tercatat sebesar 73,89 persen. Kondisi ini mengalami penurunan jika dibanding kondisi Maret 2018 yaitu sebesar 75,55 persen," pungkasnya. (FT)