BENGKULU, ewarta.co -- Langkah strategis dan progresif kembali ditorehkan dalam pengelolaan ekonomi kerakyatan. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) melakukan terobosan besar dengan menggandeng investor swasta, CV Surya Berkah Riau guna memperkuat kapasitas produksi dan hilirisasi produk perkebunan di tingkat desa.

Komisaris BUMDes sekaligus Kepala Desa Marga Sakti Kecamatan Padang Jaya, Sumaryono, mengungkapkan bahwa kami binaan Perwakilan Bank BI Bengkulu, kerja sama ini merupakan bagian dari visi besar untuk mengoptimalkan potensi lokal secara mandiri dan berkelanjutan.
"Saat ini kami bersinergi melalui kolaborasi lintas BUMDes untuk mengelola berbagai sektor strategis, mulai dari pembibitan kelapa sawit hingga ketahanan pangan. Dukungan dari balai pelatihan dan pemberdayaan masyarakat juga kami maksimalkan, termasuk dalam penyediaan mesin penunjang," ujar Sumaryono saat diwawancarai disela-sela mengikuti ajang Bengkulu Regional Investment and Economic Forum (BRIEF) Senin, (12/09/2026).
Untuk mewujudkan lompatan skala ekonomi yang lebih besar, BUMDes mempercayakan kemitraan permodalan kepada CV Surya Berkah Riau. Perusahaan swasta tersebut telah menyiapkan estimasi anggaran cukup fantastis mencapai Rp7 miliar yang difokuskan pada pengadaan dan peningkatan kapasitas mesin produksi.
Perwakilan CV Surya Berkah Riau, Syamsudin menjelaskan bahwa langkah awal ini didahului dengan peninjauan lapangan secara menyeluruh. Dari hasil pengecekan langsung, sejumlah fasilitas utama seperti mesin press, boiler, dan sarana pendukung lainnya dinilai perlu ditingkatkan kapasitasnya agar produktivitas kerja sama mencapai hasil yang maksimal.
"Estimasi anggaran sekitar Rp7 miliar disiapkan untuk pengadaan mesin serta perbaikan operasional. Pengecekan awal di lapangan ini menjadi fondasi penting sebelum melangkah ke tahap operasional berikutnya bersama BUMDes," jelas Syamsudin.
Fokus pembangunan tahap ini diarahkan pada pengadaan mesin pengolahan Crude Palm Oil (CPO) berkapasitas tinggi. Guna mendukung operasional pabrik, mesin CPO asam tinggi, ini diperkirakan menghasilkan 2 - 5 ton per jamnya dengan waktu operasional 8 - 12 jam per hari.
Hebatnya lagi, untuk tenaga kerja lokal dan sebagian dari CV Sumber Berkah Riau dan suplay bahan baku utama dipastikan berasal langsung dari kebun kelapa sawit milik warga lokal atau desa setempat. Kebijakan ini diambil agar rantai pasok lebih efisien, tata kelola lebih sederhana, serta memberikan multiplier effect berupa peningkatan kesejahteraan bagi para petani sawit di sekitar wilayah operasional.
Saat ini, kedua belah pihak masih terus melakukan koordinasi, peninjauan, dan evaluasi lanjutan guna memastikan seluruh tahapan investasi berjalan lancar dan siap direalisasikan dalam waktu dekat. (**)










