JEMBER, ewarta.co – Pemerintah Kabupaten Jember berhasil mencuri perhatian pemerintah pusat. Dua kementerian sekaligus memberi apresiasi atas terobosan program daerah saat Bupati Jember Gus Dr. Muhammad Fawait, S.E.,M.Sc melakukan kunjungan kerja ke Jakarta, Jumat 21 Agustus 2026.
Dalam pertemuan dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Gus Fawait tak sekadar mengajukan usulan. Ia membawa bukti nyata: data, sistem, dan hasil pelaksanaan program di lapangan.
“Kami datang bukan hanya membawa usulan. Kami ingin menunjukkan apa yang sudah dikerjakan di Jember, lengkap dengan data dan sistemnya, kemudian mencari peluang untuk menyinergikannya dengan program pemerintah pusat,” tegas Gus Fawait, dikutip ewarta.co, Sabtu ( 22/08/2026).
Langkah itu sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menjadikan percepatan pengentasan kemiskinan sebagai prioritas nasional.
Di Kemendes PDT, Gus Fawait diterima langsung Menteri Desa Yandri Susanto. Ia memaparkan dua program andalan Jember: Bunga Desaku dan Homecare.
Bunga Desaku, atau Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan, dinilai efektif mendekatkan layanan pemerintah, menyerap aspirasi, sekaligus mengendalikan inflasi.
Sementara Homecare membawa pelayanan kesehatan langsung ke rumah warga miskin dan rentan.
“Program berbasis data ini mendapat apresiasi. Inovasi Jember dinilai konkret dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Bahkan diharapkan bisa jadi rujukan kabupaten lain,” ujar Gus Fawait.
Apresiasi kedua juga datang dari Kementerian PKP. Sinergi sudah terbangun sejak jajaran kementerian hadir di kegiatan Bunga Desaku di Jember.
Pemkab Jember mendapat arahan dan timeline pelaksanaan BSPS atau Bedah Rumah. Jember bergerak cepat dan berhasil menyelesaikan semua tahapan sesuai tenggat.
Dalam pertemuan, Pemkab juga memaparkan aplikasi pendataan milik daerah untuk mempermudah kolaborasi.
“Kami ingin menunjukkan Jember siap dari sisi data, sistem, dan pelaksanaan. Saat pusat memberi peluang, daerah harus cepat agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” kata Gus Fawait.
Gus Fawait menegaskan, semua program ini bermuara pada satu tujuan: yakni menekan kemiskinan.
“Kemiskinan tidak bisa diselesaikan dengan satu program. Kesehatan, rumah layak, pendidikan, pelayanan publik, infrastruktur dan ekonomi keluarga harus dikerjakan bersama dan terintegrasi,” jelasnya.
Dengan dukungan program pusat, Pemkab Jember optimis ikut menyukseskan target nasional: kemiskinan ekstrem 0% pada 2026 dan kemiskinan nasional turun ke 4,5–5% pada 2029.
“Semakin banyak program kementerian yang kita sinergikan, semakin besar daya ungkitnya untuk mempercepat penurunan kemiskinan di Jember,” pungkasnya. (Hafit)










