Capai Sertifikasi Kejuruan, SMKN di Bengkulu Gelar UKK

Bengkulu, eWARTA.co -- Sejumlah sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN) di Kota Bengkulu Provinsi Bengkulu menggelar pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) tahun ajaran 2021/2022 sejak beberapa hari terakhir. 

Dalam pelaksanaannya, UKK merupakan penilaian yang diselenggarakan khusus bagi siswa SMK dalam mengukur pencapaian kompetensi peserta didik yang dilaksanakan di akhir masa studinya.

SMKN 01 Kota Bengkulu misalnya, yang telah usai melaksanakan UKK sejak 13 Mei 2022 lalu. Ditambah SMKN 04 Kota Bengkulu yang juga tengah melaksanakan UKK bagi seluruh siswa kelas XII untuk semua jurusan.

Kepala SMK Negeri 1 Kota Bengkulu Evriza mengatakan, UKK ini bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) atau satuan pendidikan terakreditasi bersama mitra dunia usaha/industri untuk menguji 475 siswanya. 

Hasil UKK bagi peserta didik akan menjadi indikator ketercapaian standar kompetensi kelulusan.

“Kita memfasilitasi siswa yang akan menyelesaikan pendidikannya untuk mendapatkan sertifikat kompetensi atau sertifikat uji kompetensi dan memfasilitasi kerjasama dengan dunia usaha/ industri dalam rangka pelaksanaan uji kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI),” kata Evriza, Selasa (17/5/22).

Adapun sasaran yang akan dicapai dalam pelaksanaan UKK menurut Evri, adalah terlaksananya proses penilaian bagi seluruh siswa SMK kelas XII melalui serangkaian kegiatan uji kompetensi yang dilaksanakan secara efektif, efisien, dan terukur.

Sementara itu, Humas SMKN 04, Selfi menyebutkan, UKK merupakan pendekatan fungsional yang merujuk pada tujuan pendidikan, khususnya dalam hal pengetahuan, keterampilan, dan sikap, yang dapat terukur

Pada tahapan UKK di SMKN 04 ini, terdapat 2 jurusan yang diujikan yakni pelayaran dan mekanik.

Selfi berharap untuk kedepannya, peserta didiknya yang sudah lulus bisa mandiri membuka usaha sendiri sesuai dengan tujuan pembelajaran yang sudah diterima.

"Di mana setelah tamat, anak-anak mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan bukan menjadi pekerja," sampainya. (Bisri)