MUKOMUKO, eWarta.co – Pemerintah Kabupaten Mukomuko berencana menggelar pertemuan bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu dan perusahaan kelapa sawit guna membahas penurunan harga tandan buah segar (TBS) sawit yang saat ini dirasakan para petani.
Pertemuan tersebut nantinya akan melibatkan Wakil Gubernur Bengkulu Mian beserta tim penetapan harga TBS, Pemerintah Kabupaten Mukomuko, serta sejumlah perusahaan kelapa sawit sebagai upaya bersama mencari solusi terkait kestabilan harga sawit di daerah.
Pemerintah Kabupaten Mukomuko ingin menghadirkan ruang diskusi bersama agar seluruh pihak dapat menyampaikan pandangan sekaligus mencari langkah terbaik secara bersama-sama. Sebab, harga TBS pada dasarnya dipengaruhi mekanisme pasar, namun komunikasi dan sinergi antara pemerintah dan perusahaan tetap diperlukan agar kondisi di lapangan tetap kondusif.
Belakangan ini, penurunan harga sawit disebut ikut dipengaruhi situasi pasar pasca munculnya kebijakan baru terkait tata kelola ekspor CPO. Karena itu, pemerintah daerah memandang perlu adanya koordinasi bersama agar informasi yang berkembang di masyarakat tetap seimbang dan tidak menimbulkan keresahan.
Pemkab Mukomuko menegaskan bahwa langkah ini bukan untuk menyalahkan pihak tertentu, melainkan sebagai upaya mencari solusi terbaik demi menjaga kestabilan harga dan melindungi kepentingan masyarakat serta dunia usaha secara bersama.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko mengatakan pihaknya selama ini terus melakukan pemantauan harga TBS secara rutin guna menjaga kestabilan harga di tingkat petani. Pemantauan dilakukan melalui peninjauan langsung ke sejumlah RAM maupun pabrik pembeli TBS masyarakat di wilayah Mukomuko.
“Kami dari Dinas Pertanian selalu turun langsung memantau perkembangan harga TBS di lapangan, baik di tingkat RAM maupun pabrik pembeli. Langkah ini dilakukan agar harga sawit petani di Mukomuko tidak terlalu timpang dibandingkan daerah lain,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemantauan tersebut bertujuan mengetahui kondisi riil di lapangan sekaligus menerima masukan dari pelaku usaha sawit. Dengan begitu, pemerintah daerah dapat mengambil langkah cepat apabila terjadi penurunan harga yang dinilai merugikan masyarakat.
Selain melakukan pemantauan, Dinas Pertanian bersama Pemerintah Kabupaten Mukomuko juga memfasilitasi pertemuan antara Wakil Gubernur Bengkulu Mian beserta tim penetapan harga TBS dengan Pemerintah Kabupaten Mukomuko dan sejumlah perusahaan kelapa sawit. Pertemuan tersebut dilakukan sebagai upaya mencari solusi dan menyamakan persepsi terkait kestabilan harga sawit di daerah.
“Kami berharap melalui koordinasi dan komunikasi bersama pemerintah provinsi, tim penetapan harga, serta pihak perusahaan, nantinya dapat ditemukan solusi terbaik agar harga TBS masyarakat tetap stabil dan petani tidak dirugikan,” tambahnya.
Melalui pertemuan itu, diharapkan terbangun kesepahaman antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan perusahaan sehingga kondisi perkebunan sawit di Mukomuko tetap berjalan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (Nr)









