Dampak Pandemi Bagi PKL

Create: Sun, 26/09/2021 - 22:39
Author: Alwin Feraro
Tags

 

PAMULANG,eWARTA.co -- Pandemi yang datang tiba tiba memberikan dampak penurunan ekonomi yang cukup besar, sampai saat ini masih tidak ada yang bisa memastikan kapan pandemi ini benar benar selesai. Merebaknya kasus Covid-19 khususnya di Indonesia mempengaruhi kehidupan banyak orang, mulai dari segi kesehatan, pendidikan, maupun dari segi ekonomi. Ditambah lagi kondisi masyarakat saat ini yang tengah mengurangi aktivitasnya di luar rumah, seperti liburan atau belanja untuk mengurangi penyebaran virus corona tersebut. Situasi saat ini membuat roda perekonomian melambat, pasar mulai lesu, omzet penjualan juga menurun. Meskipun Pemerintah telah menyiapkan stimulus atau bantuan dengan maksud untuk membantu mendongkrak kondisi ekonomi yang melemah dan menjaga daya beli, khususnya terhadap UMKM. Namun sebagai pelaku usaha atau pelaku usaha barang tertentu harus menyiapkan strategi, yaitu strategi apa yang bisa dilakukan agar tetap bisa mempertahankan usahanya dalam menghadapi situasi seperti saat ini.

Para pelaku pedagang kaki lima mereka berusaha agar tetap bisa eksis dan bertahan dimasa pandemi, untuk bisa tetap mempertahankan usaha dan mendapatkan income untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, tidak terkecuali yang dirasakan oleh narasumber kita yaitu bapak yarhanudin, dimana beliau sudah berkecimpung didunia PKL sejak tahun 1992, dari sana lah beliau mencari pendapatan untuk menghidupi keluarganya, dengan di berlakukannya pembatasan aktifitas diluar rumah, hal itu menyebabkan pasar malam yang biasa tempat mencari pendapatan mereka  itu di tutup sampai dengan jangka waktu yang tidak bisa di tentukan, membuat bapak yarhanudin mencari tempat yang strategis untuk dapat menjual dagangannya, hal yang dilakukan ialah berjualan  di perkarangan rumah tetangganya, banyak sekali rintangan yang dirasakan, dari bulan pertama hingga tiga bulan berikutnya, dari biasanya pendapatan yang biasa di hasilkan dalam satu hari itu minimal Rp. 700.000 dengan di di tutup nya tempat pasar malam itu semua, sangat memangkas habis nilai pendapatan sehari hari yaitu dengan persentase penururan bahkan bisa sampai 90%.

Rintangan yang dihadapi ialah masih belum banyak konsumen yang mengetahui produk yang di pasarkan oleh bapak yarhanudin, kedua banyaknya pesaing yang sudah memulai terlebih dahulu dengan membuka usaha di rumah, dalam hal ini beliau tetap mencari strategi apa yang dapat mendongkrak pendapatan nya serta dapat mempertahankan usaha nya, dari mulai tidak hanya berjualan alat alat besi dan elektronik yang memang sudah di pasarkan sebelumnya tapi juga mulai menambahkan alat alat keperluan rumah tangga seperti gantungan baju, sikat cuci, bingkai foto, agar semua kebutuhan dari konsumen dapat terpenuhi, dalam tiga bulan pertama pendapatan rata – rata dikisaran 10% s/d 35%, persentase itu cukup tinggi di masa pandemic yang belum berakhir, namun dengan adanya pemutusan kerja yang banyak dilakukan beberapa perusahaan itu juga menjadi dampak yang besar bagi bapak yarhanudin karena pendapatan tertinggi saat ini ialah bersumber dari para pegawai pabrik yang tinggal di wilayah tersebut, itu sangat mempengaruhi persentase pendapatan sehingga saat ini rata rata pendapatan bapak yarhanudin dikisaraan 10 % s/d 25 %. Sehingga adanya penurunan 10 % dari dampak pemutusan kerja para pegawai pabrik.

Desy

 

Oleh                : Desy Paramitasari ( 171011200772 )

Jurusan           : S1 Akuntansi Universitas Pamulang