Darurat Limbah Plastik, Haruskah Indonesia Terapkan Deposit Botol ?

 

BENGKULU, ewarta.co -- Salah satu upaya mengurangi sampah plastik mungkin hal ini samgat cocok untuk diterapkan di Negara kita, pasalnya untuk satu hari saja sudah berapa ton limbah plastik yang dihasilkan. Dan jika ini terus dibiarkan tanpa ada solusi, tentu akan menjadi beban bagi kita semua tidak hanya pemerintah.

Kenapa harga minuman kemasan di luar negeri sangat mahal? Apakah negara-negara tersebut menerapkan sistem Deposit botol dan kaleng minuman?

Negara seperti Denmark dan Jerman mengharuskan warganya untuk membayar deposit botol. Dengan sistem itu nanti uangnya akan dikembalikan ketika botol itu sudah didaur ulang.

Berbagai negara seperti Denmark sukses menerapkan sistem deposit. Sebanyak 1.9 Milliar Botol minuman berhasil didaur ulang. 96 persennya adalah total dari konsumsi minuman di negara tersebut.

Dikutip twetter Tmiharini, sekarang ini, di Indonesia sendiri. Kamu juga bisa ikut membantu mengurangi jumlah sampah botol plastik sambil mendapatkan uang dengan berbagai vending machine penukaran botol-botol bekas lho. Misalnya Waste Station yang tersedia di dekat MRT Dukuh Atas dan Blok M, Jakarta.

Negara tetangga kita, Singapura, juga berencana mengimplementasi sistem ini. Rencananya sistem ini akan diberlakukan pada tanggal 1 April 2025. Dan setiap botol atau kaleng minuman dikenakan biaya deposit 0.1 Singapore Dollar (Sekitar 1100 Rupiah).

Sumber: Gabungan