Daun Talas, Sumber Daya Genetik untuk Bahan Baku Pendap 

Daun Talas
Create: Tue, 22/06/2021 - 12:12
Author: Alwin Feraro
Tags

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Tim Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bengkulu terus  melakukan eksplorasi keladi atau talas di Kota Bengkulu sebagai sumber daya genetik (SDG) sebagai bahan baku kuliner khas pendap. 

Tim kegiatan, Selasa (22/6/21) melakukan karakterisasi dan identifikasi tanaman keladi di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Sungai Serut sebagai sentra produksi pendap di Kota Bengkulu. 

Lokasi penanaman merupakan kebun keladi milik Yosi pemilik Pendap Datuk di Desa Tanjung Agung Kecamatan Sungai Serut. Keladi yang digunakan untuk membuat pendap ada 3 macam yaitu keladi putih, semi hitam dan hitam. 

Keladi putih memiliki tinggi tanaman 70 cm lebih pendek dari pada keladi hitam dengan tinggi 125 cm dan semi hitam dengan tinggi 119 cm. Keladi banyak tumbuh di wilayah kecamatan Sungai Serut berada di rawa rawa di sekitar Tanjung Agung, Tanjung Jaya dan Semarang yang merupakan dataran rendah, sering tergenang air. 

Ketiga jenis keladi ini agak unik karena jarang ditemukan umbinya dan penamaan keladi berdasarkan warna batangnya. 

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bengkulu, Syahrul yang juga sebagai koordinator aksi ini menyampaikan bahwa di Kota Bengkulu hingga saat ini belum ada komoditas pertanian unggulan spesifik lokal yang didaftarkan ke Pusat Perlindungan Varietas Tanaman Kementerian Pertanian. 

"Kuliner pendap dari bahan baku keladi memiliki rasa pedas dan gurih dan dijadikan lauk makan nasi yang bisa meningkatkan selera makan," kata Syahrul.

Sehingga atas identifikasi ini pihaknya berharap daun talas dapat dipatenkan sebagai komoditas SGD.

"Semoga ke depannya daun talas ini dapat didaftarkan dan dijaga kelestariannya," kata Syahrul. (Bisri)