Beberapa kumpulan komunitas Grabb Bengkulu hari ini Sabtu 28/7, tergabung dan menggelar aksi demo dan menolak mengaktifkan aplikasi mereka.
Grabb Bengkulu bukan hanya menonaktifkan aplikasi mereka tetapi juga melakukan sweeping terhadap driver grabb yang masih tetap online dan mengajak turut serta melakukan aksi Demo yang di gelar di Simpang Lopis Nusa Indah Kota Bengkulu.
Ini di lakukan sebagai buntut perubahan skema insentif yang merugikan bagi driver Grabb Bengkulu.
" Kami akan melakukan aksi mogok dan menonaktifkan aplikasi hingga dua hari kedepan sebelum ada kejelasan kapan skema insentif di kembalikan ke skema yang lama", Terang Oka perwakilan Grabb Bengkulu.
"Sementara itu Mr. Yayan selaku managemen Grabb perwakilan Bengkulu, menemui langsung mitra grabb dan berjanji akan menyampaikan tuntutan para mitra Grabb ke managemen pusat sesuai dengan tuntutan para mitra grabb", Kata Yayan.
Terpisah aksi Demo yang semula di laksanakan secara damai, tiba-tiba memanas dan hampir ricuh setelah ada salah satu mitra Grabb yang dengan sengaja memancing emosi mitra grabb dengan tetap mengaktifkan aplikasi di sekitaran mitra grabb yang sedang melakukan aksi Demo.
"Betul tadi memang sempat ada satu mitra yang dengan sengaja memancing emosi rekan-rekan dan sempat terjadi kericuhan tetapi untungnya masih dapat di hindarkan", Terang Fikri.
Meskipun komunitas kami masih bersifat independen dan secara solidaritas kami akan tetap menggelar aksi damai dengan menghimbau kepada semua mitra tidak mudah terpancing emosi dengan tetap menjaga kekompakan persatuan mitra Grabb Bengkulu.
"Sambil menunggu tuntutan kami di penuhi oleh managemen grabb pusat, Pihaknya tetap akan menonaktifkan aplikasi selama dua hari kedepan dan jika tuntutan ini tak di indahkan maka kami akan menggelar aksi kembalii dengan menurunkan masa yang banyak lagi", tutup Fikri.









