Dihalangi Kepala Desa, Koalisi Rakyat Pesisir Barat Tetap Laksanakan Lombat HUT RI

Create: Sat, 17/08/2024 - 18:14
Author: Redaksi

 

SELUMA, ewarta.co -- Meskipun sempat di halanggi Kepala Desa Pasar Seluma, koalisi rakyat pesisir barat tetap laksanakan lomba tradisional peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-79 di tepian muara pantai Desa pasar Seluma Kecamatan Seluma Selatan. 

Foto: ewarta.co

Diketahui, berdasarkan penuturan Hilda, Salah satu warga Pasar Seluma yang tergabung dalam koalisi rakyat pesisir barat mengatakan, kegiatan perlombaan tersebut selain untuk memperingati HUT RI, kegiatan itu juga dijadikan sebagai untuk mempererat kembali seluruh anggota koalisi dalam menolak adanya tambang pasir Besi milik PT.Faming Levto Bakti abadi di Desa wilayah Desa tersebut sampai saat ini belum la usai. 

"Penolakan keberadaan tambang pasir besi milik PT. PT.Faming Levto Bakti abadi di desa ini sudah di mulai di tahun 2021, di HUT RI hari ini, kita juga kembali mengenang perjuangan masyarakat dalam penolakan tambang beberapa tahun yang lalu dan sampai saat ini kami tetap menolak adanya tambang, " Sampainya, Sabtu (17/8/2024). 

Hilda juga mengatakan,mesikipun sempat dihalangi Kepala Desa, dan sempat beradu argumen antara koalisi rakyat pesisir barat dengan kepala Desa. Namun hal tersebut tidak menghalangi masyarakat yang tergabung dalam koalisi untuk melaksanakan kegiatan. 

"Menurut kata kepala Desa tadi, selaku Kepala Desa maka masyarakat harus mendengarkan apa yang di larang Kepala Desa, dan kegiatan ini tanpa izin Kepala Desa, " Sambungnya. 

Terpisah,Yus Sukardi, kepala Desa pasar Seluma, Mengatakan, bahwa dirinya memang melarang adanya kegiatan tersebut. Meskipun sempat adu argumen, hal tersebut dirinya lakukan untuk meredam perselisihan antara waraga yang mendukung dengan warga yang menolak adanya tambang pasir besi. Mengingat kegiatan tersebut juga dijadikan sebagian masyarakat untuk menolak tambang pasir besi. Dengan adanya penolakan tersebut ditakutkan kembali adanya perpecahan di tengah-tengah masyarakat. 

"Saya selalu berkeinginan bahwa masyarakat Desa pasar Seluma ini meyatu kembali. Kalau cuman mau lomba saya tidak mempermasalahkan,Kalau ada indikasi lain saya tidak setuju, tapi kalau benar-benar mau kegiatan itu dilaksanakan setidaknya memberitahu kepada kepada Desa ataupun perangkat Desa," Jelasnya.