SELUMA, eWarta.co -- Viral, sebuah video berdurasi enam menit lima puluh detik yang sudah tersebear luas di media sosial Facebook yang menampilkan seorang pria paruh baya yang kena intimidasi oleh sejumlah petani. Hal tersebut lantaran kakek itu diduga telah mencuri berondolan sawit di areal perkebunan kelapa sawit di Desa Purbosari, Kecamatan Seluma Barat, Kabupaten Seluma.
Sejumlah petani itu bertanya nama pria paruh baya itu dengan gaya nada yang mengintimidasi. Pria itu akhirnya mengaku namanya adalah Marsono warga Kelurahan Padang Rambun dengan umur 60 tahun, Kecamatan Seluma Selatan.
Dalam video yang sudah di unggah ke media sosial itu tampak pria bernama Marsono tersebut dibentak, ditarik dan didorong dan dipaksa untuk meminta maaf di depan para sejumlah petani tersebut.
Pria paruh baya tersebut juga diminta agar berondolan sawit tersebut tidak ditinggalkan dan dibawa pulang. Tampak juga dalam video itu, Marsono sempat diancam akan dimasa jika kembali lagi mencari berondolan di areal perkebunan itu. Dan salah satu petani sawit sempat menarik kaki diduga yang telah mencuri berondolan kelapa sawit.
Kepala Kelurahan Padang Rambun, Sikin membenarkan, bahwa pria paruh baya itu adalah warganya yang bertempat tinggal di rt 04/rw 01 gang 5 rumah di sebelah mushola AL-Jabar. Warganya itu kata dia, memang bernama Marsono yang profesinya keseharian mencari berondolan sawit.
"Ya, warga Padang rambun yang siang ini rencananya akan kami panggil kekantor lurah untuk diminta keterangan yg bersangkutan," ujarnya saat dikonfirmasi melalui via telpon, Senin (8/7/2024).
Sayangnya saat ingin diminta keterangan, lanjut Sikin yang bersangkutan sedang lagi mencari berondolan sawit sejak pagi hari. Besok rencananya akan kembali dipanggil ke kantor lurah dan diminta keterangan bagaimana kronologi kejadian tersebut.
"Barusan staf kami datang ketempat yg bersangkutan sama ketua RT namun info dari anaknya, pak Marsono pergi mencari berondolan lagi," Smabungnya.
Diketahui bahwa postingan video pendek tersebut sudah ratusan kali dibagikan oleh warga net, dan di sudah di lihat ribuan kali pasang mata dengan komentar yang beragam pula. Namun video tersebut sudah tidak muncul lagi di group media sosial Facebook Menuju PILBUP Seluma 2024, kemungkinan sudah di hapus oleh admin group atau pengungah.









