BENGKULU,eWARTA.co -- Sekretaris Ditjen Kementerian Linkungan Hidup dan Kehutanan, Sigit Reliantoro berharap masyarakat Desa Durian Demang dilibatkan dalam pengelolaan objek wisata Bukit Kandis. Ini disampaikan Sigit saat melakukan penanaman pohon di lokasi bekas tambang Bukit Kandis, Jumat (4/9/2020).
"Konsep dasarnya untuk panjat tebing tapi terserah teman-teman BUMDes disini dan pemerintah daerah, kreatifitasnya apa gitu," kata Sigit.
Sementara untuk pemulihan lokasi, Sigit meminta pihak yang ingin terlibat untuk membuat aksi yang terintegrasi dengan UPT BPDAS KLHK Bengkulu. Kelompok yang terlibat akan diberikan 50 bibit pohon secara gratis.
"Kalau perlu bibit bisa gratis diambil di sana, bisa diintegrasikan. Bisa teman-teman pramuka juga diajak ke sini dengan bibit yang disediakan dari teman-teman UOT," sambung Sigit.
Keterlibatan pemerintah desa dalam pengelolaan Bukit Kandis ini juga diminta oleh Bupati Bengkulu Tengah, Ferry Ramli. Menurut Ferry, lahan bekas tambang batu ini akan dijadikan objek wisata andalan di Bengkulu Tengah. Untuk itu pemerintah desa harus terlibat.
"Nantinya akan kami kelola dengan baik. Statusnya akan dilimpahkan pada pemerintah desa sehingga bisa dikelola oleh BUMDes. Nah ini nanti kita minta tolong dipelihara, ditanami pohon," sampai Ferry.
Pelimpahan pengelolaan Bukit Kandis dari pemerintah kabupaten ke pemerintah desa disambut baik oleh Kepala Desa Durian Demang, Zainal Arifin. Zainal mengaku, pemerintah desa siap untuk menjaga dan merawat Bukit Kandis.
"Kami siap untuk mengembangkan objek wisata Bukit Kandis ini dan menjaga seluruh aset yang ada yang sudah dibangun dari kementerian lingkungan hidup. Kami akan berusaha untuk menjadikan Bukit Kandis ini sebagai objek wisata sport berskala nasional," kata Zainal.
Sebagai langkah awal, pemerintah desa akan bekerjasama dengan Dinas Perhubungan Bengkulu Tengah untuk memungut retribusi di areal tersebut.
"Meminta izin untuk menarik retribusi. Nanti dananya akan kami pakai untuk mengembangkan aset yang ada di Bukit Kandis," demikian Zainal.
Saat ini pemulihan lokasi bekas tambang Bukit Kandis untuk menjadi objek wisata minat khusus hampir rampung. Di lokasi juga terlihat beberapa fasilitas seperti Mushola, lapangan parkir dan joging track. Program dari KLHK ini tinggal menunggu proses penghijauan. (red)









