Bengkulu Tengah, ewarta.co - Lagi Operasi Tangkap Tangan (OTT) kembali terjadi di Propinsi Bengkulu, kali ini bendahara dan Staff RSUD Kabupaten Bengkulu Tengah diamankan Subdit Tipidkor Polda Bengkulu, Rabu sekitar pukul 16:00 WIB (7/11).
Sebelumnya Subdit Polda Bengkulu mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya pemotongan fee sepuluh persen setiap pencairan pertiga bulan di Dinas Kesehatan Bengkulu Tengah.
Operasi tangkap tangan (OTT) dana gabungan usah (GU) RSUD Bengkulu Tengah dan Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) untuk puskesmas, atas dugaan adanya pemotongan dana tersebut di di belakang kantor Bupati Benteng.
Operasi dipimpin langsung oleh Kasubdit dan Kanit Tipidkor Polda Bengkulu AKBP Adi Arisandi, Kompol Imam Wijananta beserta empat anggota.
Dua orang aparatur sipil negara berhasil diamankan yakni bendahara Rumah Sakit Umum Daerah Bengkulu Tengah MI dan YY perawat yang sopir kijang inova ambulance BD 1089 YY warna putih, sejauh ini belum di ketahui pasti berapa nominal barang bukti terkait OTT tersebut.
Sementara itu Kabid Humas Polda Bengkulu AKBP Sudarno sawt di hubungi via whatsap mengatakan pihaknya sudah mendapatkan laporan itu dan akan segera melakukan release gelar perkara kasus tersebut.
"Kita tunggu release gelar perkara ya," ungkap Sudarno singkat. Sementara itu, Wakil Bupati Bengkulu Tengah, Septi Peryadi, S.Tp mengakui baru mendapat informasi tentang adanya operasi tangkap tangan yang terjadi di Bengkulu tengah. Ia mengakui belum menerima informasi secara jelas siapa yang terjari OTT tersebut.
"ini kebetulan saya baru pulang dari DL dan belum sampai ke Bengkulu Tengah, kalaupun itu benar terjadi OTT yang melibatkan oknum ASN diBengkulu tengah tersebut, maka untuk kasus ini tidak ada ampun dan menyerahkanya ke penegak hukum,"tegasnya.









