Ekonomi Bengkulu Triwulan IV 2020 Minus 2,39

Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Win Rizal
Create: Fri, 05/02/2021 - 19:34
Author: Alwin Feraro
Tags

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu mencatat pertumbuhan ekonomi Bengkulu pada triwulan IV Tahun 2020 masih terkontraksi atau minus 2,39 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Ekonomi Bengkulu mengalami penurunan sebesar 2,39 persen bila dibandingkan waktu yang sama tahun lalu,” kata Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Win Rizal, Jumat (5/2/2021). 

Rizal mengatakan, pertumbuhan Ekonomi triwulan IV terhadap triwulan III-2020 mengalami penurunan sebesar 0,63 persen. 

“Secara keseluruhan sepanjang tahun mengalami penurunan sebesar 0,02 persen jika dibandingkan tahun lalu,” ungkapnya. 

Ia menjelaskan, perekonomian Bengkulu tahun ini yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga berlaku mencapai Rp 73,34 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 46,34 triliun. 

Seluruh komponen PDRB menurut pengeluaran tumbuh, kecuali komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga yang mengalami penurunan sebesar 0,69 persen. 

Dari sisi produksi, penurunan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha perdagangan besar dan eceran sebesar minus 9,34 persen. Sementara sisi pengeluaran, penurunan tertinggi pada komponen ekspor barang dan jasa sebesar minus 8,02 persen. 

Dilanjutkan Rizal, struktur perekonomian masih didominasi oleh lapangan usaha pertanian sebesar 28,36 persen, perdagangan besar dan eceran sebesar 14,46 persen dan administrasi pemerintahan10,13 persen. 

“Sedangkan dari sisi pengeluaran didominasi oleh komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 63,17 persen,” ujarnya. 

Ia menambahkan, jika dibandingkan dengan provinsi lain di Pulau Sumatera, Provinsi Bengkulu merupakan provinsi dengan penurunan pertumbuhan ekonomi terkecil pada Tahun 2020, yakni sebesar minus 0,02 persen. 

Sedangkan, provinsi dengan penurunan pertumbuhan terbesar di pulau Sumatera adalah Kepulauan Riau, yakni sebesar minus 3,80 persen. (Bisri)