JEMBER, ewarta.co – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jember yang melesat hingga 6,35 persen pada Triwulan I-2026 dan 5,9 persen pada Triwulan II-2026 mendapat apresiasi langsung dari Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti.

Apresiasi tersebut disampaikan Amalia saat menerima audiensi Bupati Jember, Muhammad Fawait, beserta jajaran Pemkab Jember di Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Menurut Amalia, capaian Kabupaten Jember sangat mengesankan karena laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi berbanding lurus dengan penurunan angka kemiskinan secara nyata.
"Ini luar biasa," ujar Amalia. Ia menilai tidak banyak daerah yang mampu menjaga tren pertumbuhan ekonomi sekaligus mencatatkan penurunan angka kemiskinan secara signifikan.
Selain itu, BPS RI turut mengapresiasi langkah aktif Pemkab Jember dalam mengawal pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya melalui proses verifikasi dan validasi (verval) data masyarakat miskin pada desil 1 dan 2.
"Ini keren sekali, kami jadi makin semangat untuk terus berkolaborasi," ungkap Amalia seraya memuji pemahaman mendalam Bupati Fawait terhadap data statistik sebagai pijakan program pengentasan kemiskinan agar tepat sasaran.
Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait) menjelaskan bahwa Pemkab Jember telah merampungkan verval desil 1 dan 2 serta menyerahkan hasilnya ke BPS RI. Selanjutnya, proses verval akan dilanjutkan untuk desil 3 dan 4 dengan melibatkan aparatur sipil negara (ASN), mahasiswa KKN, hingga relawan.
"Tujuannya untuk memastikan data kemiskinan di Jember benar-benar valid. Data inilah yang menjadi rujukan utama kami dalam meramu dan merancang kebijakan pengentasan kemiskinan," tegas Gus Fawait.
Ia menambahkan, berkat data yang akurat dan intervensi kebijakan yang terarah, jumlah penduduk miskin di Jember berhasil berkurang sekitar 15.990 jiwa. Hasil ini sekaligus membawa Jember keluar dari posisi dua besar daerah dengan jumlah penduduk miskin terbanyak di Jawa Timur.
"Kami ingin pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan berjalan seiring. Ke depan, perhatian kami tidak hanya fokus pada kemiskinan, tetapi juga penanganan pengangguran, ketimpangan, dan indikator kesejahteraan lainnya," tuturnya.
Guna memperkuat akurasi data jangka panjang, Pemkab Jember berencana mengembangkan aplikasi terintegrasi dengan BPS untuk pembaruan data secara berkala. Selain itu, sasaran penurunan kemiskinan hingga tahun 2030 juga telah dipaparkan kepada pihak BPS.
Gus Fawait menegaskan, melesatnya perekonomian Jember tak lepas dari sinergi APBD dan APBN serta dukungan penuh program pemerintah pusat.
Pada tahun 2026, Jember menerima alokasi anggaran pusat mencakup revitalisasi 258 sekolah bernilai Rp187,38 miliar, bantuan sektor pertanian Rp312 miliar, bantuan pangan bagi 390.744 KPM, pembangunan Sekolah Rakyat senilai Rp221,99 miliar, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berpotensi menggerakkan roda ekonomi lokal hingga Rp4,6 triliun per tahun.
"Kami akan terus melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan terus menjadi fokus utama kami, selaras dengan cita-cita besar Presiden Prabowo Subianto," pungkasnya. (Hafit)










