BENGKULU,eWARTA.co -- Petugas Karantina Pertanian Bengkulu menyebutkan ekspor karet sepanjang Tahun 2020 hampir mencapai Rp 77 miliar.
"Cukup fantastis, mendekati angka 77 Milyar dengan volume sebanyak 6500 ton dan frekuensi tidak kurang dari 50 kali," kata Kepala Karantina Pertanian, Buhkari, Sabtu (6/2/2021).
Bukhari mengatakan hal itu bukan tanpa alasan, mengingat sebagian masyarakat Bengkulu adalah petani yang masih berharap besar dari sektor perkebunan, termasuk karet.
"Meningkatnya ekspor secara otomatis meningkat juga volume dan daya beli terhadap karet milik rakyat," kata dia.
Berdasarkan data pusat informasi kekarantinaan (IQFAST) selama Tahun 2020, kata Bukhari terdapat beberapa negara yang menjadi tujuan ekspor karet asal Bengkulu yaitu Afrika Selatan, Amerika Serikat, Cina, Kanada dan Malaysia.
Kepala Karantina Pertanian Bengkulu Bukhari berharap ada kenaikan signifikan ekspor karet Bengkulu di Tahun 2021.
“Kami sambut optimis ekspor karet meningkat tahun ini. Melalui program gerakan tiga kali lipat ekspor, semua komoditas pertanian yang berpotensi akan kami dorong untuk bisa ekspor dan ekspor lagi,” ucap Bukhari.
Sementara itu, pada Jumat (5/2/2021), 100,8 ton karet asal Bengkulu kembali bertolak ke Durban, Afrika Selatan setelah resmi mendapat sertifikasi layak dari Karantina Pertanian Bengkulu.
Petugas Karantina, Ahmad Sutiyoso, mengatakan pemeriksaan guna memastikan bahwa media pembawa tersebut aman dan memenuhi persyaratan negara tujuan ekspor.
“Sebelum dimuat ke alat angkut, kami lakukan pemeriksaan, baik terhadap kesesuaian jumlah, volume dan kesehatan media pembawa tersebut. Paletnya pun telah fumigasi sebelumnya, setelah sesuai selanjutnya kami terbitkan PC (Phytosanitary certificate),” kata Ahmad. (Bisri)









