BENGKULU,eWARTA.co -- Fenomena halo atau matahari yang dilingkari cincin berlangsung menghiasi langit Bengkulu, Rabu (28/7/21). Fenomena ini tampak terlihat pada beberapa daerah yang ada di Provinsi Bengkulu dan menarik perhatian masyarakat sekitar.
Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Fatwati Bengkulu Winda Ayu mengatakan bahwa itu merupakan fenomena optis berupa lingkaran cahaya yang mengelilingi matahari.
Ini merupakan fenomena biasa dinamakan Fenomena Halo yaitu merupakan fenomena optik yang berupa lingkaran disekitar cahaya. Dalam hal ini adalah matahari bahkan bisa juga pada malam hari di sekitar bulan.
"Fenomena halo sering terlihat pada siang hari yang cerah dan malam yang cerah pada saat bulan terang," katanya.
Fenomena halo, lanjut Winda, disebabkan oleh kristal es pada awan cirrus / cirrostratus (awan lapisan atas yang berada di 5–10 km atau 3–6 mil di lapisan atas troposfer). Fenomena ini bergantung pada bentuk dan arah kristal es, cahaya matahari direfleksikan dan dibiaskan oleh permukaan es yang berbentuk batang atau prisma sehingga sinar matahari seolah-olah menjadi terpecah mengelilingi matahari.
Winda menampik fenomena halo dapat mempengaruhi penurunan suhu yang ada di Bengkulu seperti yang dikaitkan masyarakat saat ini.
“Kalo kondisi dingin ini biasanya selalu terjadi dimusim kemarau," kata dia.
Lebih lanjut, hal ini terjadi karena pada siang hari yang panas dengan kondisi cerah tanpa tutupan awan sampai malam/dini hari. Panas tersebut diserap oleh bumi, dan pada malam harinya langsung dilepaskan tanpa ada penghambat/penghalang, dalam hal ini tertutupan oleh awan.
"Sehingga suhu bumi dipermukaan akan jauh lebih terasa dingin dibanding dimusim hujan,” ungkapnya.
Oleh karena itu untuk saat ini suhu minimum masih normal, masih dirange 23-22 oC dan berdasarkan data 2 thn sebelumnya ada trend menurunnya suhu ketika dipuncak musim kemarau.
“Jadi untuk beberapa bulan kedepan kondisi dingin ini masi akan bertahan,” pungkasnya. (Bisri)









