Gagas Program 'PWI Bantu Rakyat', Iyud Dwi Mursito Siap Kolaborasi dengan Gubernur Bengkulu

 

BENGKULU, eWarta.co – Bakal calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bengkulu periode 2026–2031, Iyud Dwi Mursito, menyiapkan gebrakan baru. Ia menggagas program "PWI Bantu Rakyat" sebagai salah satu agenda utama jika dipercaya memimpin organisasi wartawan tersebut.

​Program ini dirancang agar PWI tidak hanya fokus pada peningkatan kompetensi dan perlindungan wartawan, tetapi juga hadir memberikan solusi nyata atas persoalan sosial di tengah masyarakat.

​Menurut Iyud, wartawan memiliki kedekatan emosional dan memahami dinamika di lapangan. Potensi besar ini harus diubah menjadi gerakan sosial yang terorganisasi dan berkelanjutan.

​"PWI bukan hanya organisasi profesi yang mengurus internal wartawan, tetapi harus hadir di tengah masyarakat. Kita dengar persoalan rakyat dan ikut memberikan solusi melalui jaringan serta kolaborasi yang dimiliki," ujar Iyud.

Melalui program ini, Iyud merencanakan sejumlah aksi nyata, di antaranya:

​* Penggalangan bantuan bencana dan pendampingan warga kurang mampu.

​* Bantuan pendidikan bagi anak dari keluarga prasejahtera.

​* Kegiatan kesehatan, donor darah, dan advokasi pelayanan publik.

​* Edukasi publik (literasi media, pencegahan hoax, judi online, dan narkoba).

​Iyud menegaskan program ini akan disusun secara terukur dan rutin di seluruh wilayah kabupaten/kota di Bengkulu, bukan sekadar seremonial sesaat.

Untuk menyukseskan program tersebut, Iyud menyatakan siap bersinergi dengan Gubernur Bengkulu, jajaran pemerintah daerah, dunia usaha, hingga akademisi. Namun, ia menjamin kolaborasi ini tidak akan mengaburkan independensi wartawan.

​"Berkolaborasi bukan berarti kehilangan daya kritis. Wartawan tetap menjalankan fungsi kontrol sosial dan mengawasi pemerintah. Namun untuk urusan kemanusiaan dan kepentingan rakyat, tidak ada alasan untuk tidak bekerja bersama," tegasnya.

​Sebagai langkah konkret, Iyud berencana membentuk tim khusus di kepengurusan PWI untuk menerima laporan masyarakat, memverifikasi masalah, dan mengawal penyelesaiannya dengan pihak terkait.

​"Saya tidak ingin PWI hanya hidup di dalam sekretariat. PWI harus hadir di tengah rakyat dan memberikan dampak nyata," pungkas Iyud. (**)