Gandeng Universitas Bengkulu, SEAMEO BIOTROP Targetkan Guru Jadi Agen Transfer Pengetahuan

 

BENGKULU, eWarta.co -- Universitas Bengkulu bekerja sama dengan SEAMEO BIOTROP menggelar kegiatan National Training & Regional Seminar on Suboptimal Land Management and Utilization yang menghadirkan peserta dan narasumber dari berbagai negara ASEAN, seperti Myanmar dan Filipina, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi internasional dalam membahas pengelolaan dan pemanfaatan lahan suboptimal yang dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan, konservasi lingkungan, hingga peningkatan ekonomi masyarakat.

Rektor Universitas Bengkulu, Indra Cahyadinata, menegaskan agar kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial semata. Menurutnya, seminar dan pelatihan harus mampu melahirkan langkah nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat dan dunia pendidikan.

SEAMEO BIOTROP berkomitmen untuk terus melibatkan tenaga pendidik dalam setiap agenda pelatihan yang digelarnya. Langkah ini sejalan dengan arahan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang meminta agar para guru dilibatkan secara aktif sebagai peserta.

Foto, ewarta.co

​Deputy Director for Program Kemendikdasmen, Doni Yusri  menjelaskan bahwa guru memiliki peran yang sangat strategis dalam ekosistem pendidikan. Guru tidak hanya dipandang sebagai agen perubahan (agent of change), tetapi juga diharapkan mampu menjadi agen transfer pengetahuan (transfer agent of knowledge).

"​Melalui skema ini, para guru yang telah mengikuti pelatihan, diharapkan dapat membagikan ilmu yang mereka dapatkan kepada rekan sejawat (kolega) maupun para siswa di sekolah. Bahkan, mereka didorong untuk menginisiasi kegiatan serupa di lingkungan pendidikan masing-masing," kata Doni Yusri.

​Terkait pemilihan lokasi, BIOTROP sengaja tetap menyelenggarakan kegiatan di lingkungan kampus, salah satunya dengan menggandeng Universitas Bengkulu (UNIB). Kerja sama dengan institusi perguruan tinggi ini merupakan bagian dari rekam jejak historis organisasi sejak awal berdiri.

​Selain itu, peran kampus di daerah dinilai masih sangat krusial dan efektif dalam membantu proses hilirisasi serta transfer pengetahuan dan teknologi langsung ke tengah masyarakat.

Sinergi antara BIOTROP, perguruan tinggi, dan para guru ini diharapkan dapat mempercepat pemerataan kualitas pendidikan berbasis Sains di berbagai daerah. (Red)