Gebyar Ekspor Tutup Tahun, Pemprov Bengkulu Lepas 100 Ton Karet Senilai Rp2,5 Miliar

Create: Fri, 31/12/2021 - 11:36
Author: Alwin Feraro
Tags

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu melepas 100,8 ton komoditas pertanian bahan baku karet dalam gebyar ekspor tutup tahun PT Bukit Angkasa Makmur (BAM), di Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu, Jumat (31/12/21).

Gebyar ekspor ini dilaksanakan di Terminal Petikemas Makassar, Pelabuhan Soekarno Hatta, Sulawesi Selatan diinisiasi Kementerian Pertanian diikuti Karantina Pertanian Bengkulu bersama 33 pintu ekspor se-Indonesia dengan total nilai mencapai Rp14,4 triliun. 

Acara ini dibuka Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dihadiri virtual oleh Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Ihsan Fajri, Kepala Karantina Pertanian dr Bukhari, Kepala Polisi Daerah Irjen Pol Agung Wicaksono, dan stakeholder dalam otoritas ekspor Bengkulu.

Kepala Karantina Pertanian Drh Bukhari dalam sambutannya mengatakan program gerakan tiga kali lipat ekspor ini sudah berlangsung sejak awal 2021. Hal ini menurutnya sebagai bentuk pemulihan ekonomi nasional pada bidang komoditas pertanian.

Tercatat dalam gerakan ini Pemprov Bengkulu maupun Karantina Pertanian telah mengakomodir aktivitas ekspor komoditas pertanian dan perikanan mencapai Rp500 triliun sepanjang tahun 2021. 

"Dari jumlah tersebut, pertanian dan pertambangan batu bara menjadi yang signifikan menyumbang nilai perekonomian," kata Bukhari

Sementara itu Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan daerah ini memiliki potensi yang kaya akan sumber daya. 

Sumber daya potensial tersebut terdapat pada bidang pertanian seperti penghasil komoditas kopi, sawit, karet maupun budidaya perikanan. 

Mendukung aktivitas ekspor ini Gubernur Bengkulu terus mematangkan konektivitas antar wilayah terkhusus pada infrastruktur Pelabuhan Pulau Baai maupun Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu.

"Sehingga kedepannya, dalam progres ekspor Provinsi Bengkulu tidak lagi melalui provinsi tetangga melainkan langsung dari wilayah sendiri," pungkas gubernur. (Bisri)