Gubernur, Berkomitmen Jamin Biaya Hidup dan Pendidikan Sangkut Andika

Kunjungan Kepala Dinas Sosial provinsi Bengkulu ke kediaman Sangkut Andika, Seluma
Kunjungan Kepala Dinas Sosial provinsi Bengkulu ke kediaman Sangkut Andika, Seluma
Create: Thu, 08/22/2019 - 11:09
Author: Redaksi
Tags

 

BENGKULU, ewarta.co - Menindaklanjuti arahan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah beberapa waktu lalu, terkait kehidupan seorang anak laki-laki, Sangkut Andika (13) yang sempat viral setelah menjalani hidup sebatang kara di desa penago baru kecamatan ilir talo Kabupaten Seluma.

Rohidin bersimpati dan berjanji kedepan kehidupan Sangkut dapat lebih baik, memperoleh kehidupan layak serta ia pun menjamin anak tersebut dapat menempuh pendidikan terbaik sesuai jenjang yang ditempuhnya (kelas 1 di SMPN 31 Seluma).

"Sesuai intruksi, Gubernur meminta Sangkut untuk dibawa ke Bengkulu dan hari ini, Senin (19/8) tim Dinsos sudah serah terima dengan pihak keluarga dan perangkat desa setempat," jelas Iskandar ZO pada awak Media.

Iskandar melaporkan pihak keluarga sudah menyerahkan Sangkut untuk dididik dan dibina pemerintah provinsi Bengkulu. Dinsos akan membawa Sangkut ke Panti sosial bina remaja (PSBR) agar kehidupannya lebih terjamin.

"Pihak keluarga sangat berterima kasih atas perhatian Bapak Gubernur kepada ananda Sangkut. Di PSBR ia akan belajar bersama anak-anak lainnya, Pemprov akan menanggung semua biaya hidup dan pendidikannya hingga ia berhasil meriah mimpi," jelasnya.

Sangkut selama ini hidup bersama bibinya di desa rawa indah, sedangkan Ayahnya Liskan sudah meninggal dan Ibunya Sri Mulyani (38) tinggal di desa air barus Kabupaten Kepahiang untuk berkebun kopi.

Berita Sangkut menyeruak usai munculnya salah satu judul pada chanell youtube dengan judul, “8 Saudara Meninggal Karena Gizi Buruk, Selalu Luput dari Bantuan Pemerintah”, Kepolisian Sektor Talo sebelumnya telah mendatangi kediaman Sangkut untuk mengkonfirmasi berita tersebut.

“Diinformasikan hal tersebut tidak sepenuhnya benar, karena berdasarkan informasi yang diterima dari Sangkut, yang merupakan anak ke-8. Saudara-saudaranya sudah meninggal dunia saat masih kecil, ada yang meninggal karena lahir prematur dan lain sebagainya," pungkas Kapolsek Talo Iptu Sodri.