Gus Kikin Panen Dukungan Maju Ketum PBNU di Halal Bihalal PCNU Jember

Create: Mon, 20/04/2026 - 06:56
Author: Redaksi

 

JEMBER, eWarta.co – Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang dijadwalkan digelar pada tahun 2026, bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai menghangat. Dalam momentum Halal Bihalal PCNU Jember yang digelar di halaman Ponpes Islam Bustanul Ulum (IBU) Pakusari, Ketua PWNU Jawa Timur, KH Muhammad Abdus Salam Mujib atau yang akrab disapa Gus Kikin, mendapat dukungan kuat dari arus bawah untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU.

​Dukungan tersebut mengalir dari ratusan pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU, Ranting NU, serta berbagai lembaga dan Badan Otonom (Banom) yang hadir dalam acara tersebut.

​Plt Ketua PCNU Jember, Drs. Syaiful Bahri, menegaskan bahwa aspirasi yang muncul merupakan keinginan murni dari tingkatan akar rumput, mulai dari desa hingga kecamatan, bukan sekadar opini di media sosial.

​"Ini murni suara arus bawah. Ratusan pengurus NU tingkat MWC dan Ranting yang hadir secara fisik menyuarakan ini, bukan suara netizen," ujar Syaiful Bahri kepada media, Minggu (19/4/2026).

​Menurut Syaiful, dukungan terhadap Gus Kikin menguat karena ia dinilai memiliki kapasitas mumpuni, baik dari sisi nasab maupun pengalaman organisasi. Secara nasab, Gus Kikin adalah cicit dari Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari, pendiri NU.

​"Sebagai Ketua PWNU Jatim, beliau telah teruji ketangguhannya dan mampu mencairkan dinamika di internal. Ini bukti beliau memiliki kompetensi untuk menyatukan umat," tambahnya.

​Meski demikian, Syaiful tetap menghormati mekanisme organisasi dan menyadari adanya tokoh potensial lain yang juga muncul di permukaan, seperti Gus Ipul. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan agar kontestasi tidak memicu perpecahan.

​Menanggapi arus dukungan tersebut, Gus Kikin menyatakan kehadirannya di Jember semata-mata untuk memenuhi undangan silaturahmi. Ia mengaku tidak memiliki ambisi pribadi, namun tidak akan mengelak jika memang diberi amanah oleh warga Nahdliyyin.

​"Saya pribadi tidak ada keinginan untuk maju. Namun, jika diberi amanah oleh warga NU, tentu saya siap. Terima kasih atas dukungannya, tapi semua ada mekanismenya. NU selalu menjunjung tinggi kebersamaan," ungkap Gus Kikin.

​Ia juga berpesan agar perbedaan pendapat dalam organisasi besar seperti NU diselesaikan dengan bijak demi menjaga marwah persatuan. Gus Kikin mengakui bahwa aspirasi serupa tidak hanya muncul di Jember, melainkan juga di beberapa daerah lain yang ia kunjungi sebelumnya.

​Di sisi lain, Katib PBNU Dr. KH Muhammad Afifuddin Dimyati, Lc., M.A. memberikan gambaran mengenai jadwal pelaksanaan Muktamar ke-35. Ia memperkirakan perhelatan akbar tersebut akan digelar setelah Idul Adha, sekitar Juni 2026.

​"Semoga Muktamar nanti menghasilkan pemimpin yang sesuai dengan cita-cita para muasis (pendiri) NU dan diridhai Allah SWT," pungkasnya. (hafit)