Bengkulu Selatan, ewarta.co - Menyambut pergantian Tahun Baru 2019, Pemerintah Bengkulu Selatan mengimbau agar warga tidak melakukan pesta-pesta dan kegiatan yang tidak bermanfaat dan berhura-hura.
Hal tersebut disampaikan Assisten III Sekretariat Daerah Bengkulu Selatan, Arjo saat menghadiri Wisuda Santri ke XIV tahun 2018 Kabupaten Bengkulu Selatan di Gedung Pemuda Manna, Kamis (27/12).
"Pesan Pak Plt Bupati, Pemerintah Daerah mengimbau masyarakat agar tidak merayakan tahun baru dengan kegiatan yang bersifat hura-hura, Pemkab meminta jangan ada hiburan seperti joget-joget, organ, petasan dan lain sebagainya," tegas Arjo yang mewakili Plt Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi.
Dalam menyambut tahun baru, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan mengimbau kepada masyarakat agar mengisi dengan kegiatan-kegiatan yang positif, seperti memakmurkan Masjid dan memperbanyak ibadah.
"Kita tidak usah berhura-hura merayakan tahun baru, Kita hormati saudara-saudara kita korban tsunami di Pandeglang dan Lampung Selatan yang masih berduka, masa kita pesta ria, Mari kita rayakan tahun baru dengan memakmurkan Masjid dan rumah-rumah ibadah," sampai Arjo.
Plt Bupati juga mengajak kepada jajaran Kementerian Agama dan Kantor Urusan Agama (KUA) se Bengkulu Selatan agar mensosialisasikan hal ini kepada masyarakat.
Kepada Para Santri yang baru saja diwisuda, Arjo berpesan agar tidak berhenti belajar, menurutnya, Wisuda bukanlah akhir dari belajar. Melainkan titik awal untuk terus belajar lebih tinggi lagi.
Sementara itu, Kasubag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Bengkulu Selatan, Jasman mewakili Kepala Kantor Kemenag menyampaikan bahwa santri yang diwisuda sebanyak 1.113 orang. Jasman mengaku, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan wisuda tahun ini diikuti peserta paling banyak.
"Patut kita apresiasi, dari 1.113 santri yang diwisuda, 100 orang lebih merupakan santri tua yang berumur 50 tahun ke atas. Karena belajar itu tidak mengenal batas usia, sejak masih di buayan hingga ke liang lahat," jelas Jasman.
Usia santri wisudawan tertua berumur 61 tahun atas nama Baina, merupakan Santri dari Majelis Taklim Darussalam Desa Talang Padang Kecamatan Pino Raya.









