Hari Perempuan International, Perempuan Akar Rumput Sumatera Komitmen Sehat dan Resilien di 2022

Create: Tue, 08/03/2022 - 12:01
Author: Alwin Feraro

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Konsorsium Perempuan Sumatera MAMPU (PERMAMPU) merayakan Hari Perempuan Internasional 2022/International Women’s Day secara hybrid meeting, kemarin (5/3/22). Dalam peringatannya, PERMAMPU yang terdiri dari 8 LSM Perempuan, serta Forum Perempuan Akar Rumput (FKPAR) sepakat menekankan aspek kesehatan dan resilien di tahun ini.

Direktur Cahaya Perempuan WCC-Bengkulu Tini Rahayu mengatakan dalam perayaan digelar dengan diskusi reflektif mengenai tantangan yang dihadapi oleh perempuan dan keluarganya untuk mampu resilien di tahun 2022. 

Tini mengatakan perhatian pada aspek perasaan dan pikiran perempuan dalam menjalani masa pandemi COVID-19 menjadi perhatian bersama.

"Perempuan sangat rentan mengalami beban ganda dan kekerasan dalam rumah tangga semasa ini. Rasa tertekan dengan pikiran kusut, dalam kondisi isolasi mandiri saja masih tetap menjalankan tugas seperti pengasuhan anak, antri bahan pangan, ataupun karena mengurus lansia," katanya.   

Tini memaparkan banyaknya perempuan yang didera cemas, sedih, shock, dan keterpurukan akibat terinfeksi COVID-19 bahkan kehilangan anggota keluarga. 

"Bahkan tak sedikit para perempuan yang kehilangan pekerjaan atau berkurangnya pendapatan, rencana tertunda, cara belajar anak-anak yang tidak efektf, sulit mendapatkan vaksin, dan lain sebagainya," kata dia. 

Menghadapi tantangan tersebut, lanjut Tini, berbagai strategi untuk adaptasi dan bertahan telah dilakukan oleh perempuan akar rumput, antara lain meningkatkan kepekaan dan perawatan kesehatan tubuh secara alami, disiplin menjalankan protokol kesehatan, dan merawat yang sakit di rumah dengan memanfaatkan telemedicine.

Selain itu, menjaga motivasi dan semangat harus sehat, membangun solidaritas saling bantu sesama anggota CU/FKPAR dan membantu orang lain, belajar hal-hal baru, termasuk memanfaatkan internet untuk pemasaran produk dan berkomunikasi (Zoom). 

"Kami menyadari pentingnya kesehatan jiwa dan pikiran yang terjaga dalam masa pandemi maupun situasi yang tidak pasti seperti dampak ikutan dari masalah global yang terjadi," kata Tini. 

Di akhir acara peserta perayaan Hari Perempuan Internasional menyadari betapa berbagai permasalahan sepanjang 2021 dan strategi perempuan mengatasinya menunjukkan resiliensi yang datang baik dari dalam diri sendiri maupun dari luar. 

"Pengetahuan dan keterampilan perempuan di masa sulit dan penuh tantangan, maupun tubuh sehat di masa pandemi tidaklah cukup. Tetapi harus memberi perhatian yang sama dan seimbang kepada kesehatan jiwa dan pikiran, dan mempunyai empati," ujar Tini. 

Kemampuan merespons masalah, berbagai kesulitan bahkan trauma, menurutnya merupakan faktor pelindung diri dari berbagai hal penuh risiko yang dihadapi perempuan, khususnya perempuan miskin, perempuan pedesaan dan perempuan muda seperti yang disampaikan oleh para peserta acara ini.

Oleh karenanya, Konsorsium PERMAMPU yang terdiri dari Flower Aceh, Pesada-Sumatera Utara, PPSW Sumatera-Riau, LP2M-Sumatera Barat, APM Jambi, WCC Palembang, dan DAMAR-Lampung menghimbau semua perempuan untuk tetap bersama-sama membangun kekuatan agar mampu melindungi diri dari berbagai tekanan, kesulitan, hal-hal penuh risiko dengan membangun kekuatan dari dalam diri dan membangun empati. (Bisri)