HIPKA Bengkulu Gelar Forum Bisnis: Dorong Kader HMI Jadi Pengusaha dan Perkuat Ekonomi Daerah

Create: Sat, 01/08/2026 - 20:18
Author: Redaksi

 

BENGKULU, eWarta.co -- Badan Pengurus Wilayah (BPW) Himpunan Pengusaha Korps Himpunan Mahasiswa Islam (HIPKA) Bengkulu menggelar Forum Diskusi Bisnis di Hotel Santika Bengkulu, Sabtu (1/8/2026).

​Mengusung tema "Akselerasi Investasi dan Penguatan Ekosistem Bisnis Bengkulu: Kolaborasi HIPKA, Jaringan Alumni, dan Perbankan Menuju Bengkulu Maju", kegiatan ini bertujuan melahirkan lebih banyak pengusaha muda, khususnya dari kalangan kader HMI. Langkah strategis ini diharapkan mampu mengoptimalkan potensi demografi sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah.

​Wakil Ketua Umum HIPKA, Dr. Ajib Hamdani, mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar menjadi kekuatan ekonomi dunia berkat jumlah penduduknya. Namun, hal tersebut hanya bisa terwujud jika bangsa Indonesia melahirkan lebih banyak pelaku usaha produktif.

​"Pertanyaannya, apakah kita hanya ingin menjadi penonton atau pemain dalam pertumbuhan ekonomi? HIPKA harus menjadi wadah yang mampu melahirkan pengusaha-pengusaha baru," tegas Ajib yang juga berprofesi sebagai konsultan pajak tersebut.

​Ia menambahkan, organisasi harus hadir mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar bisa naik kelas hingga bersaing di tingkat internasional. Ia juga menekankan pentingnya pemerataan ekonomi di daerah, termasuk di Provinsi Bengkulu.

​"Indonesia tidak akan bersinar hanya karena cahaya besar di Jakarta. Indonesia akan bersinar dari nyala lilin-lilin kecil di daerah. Karena itu, pengusaha daerah harus terus tumbuh dan diperkuat," tutur Ajib.

​Dari perspektif praktisi, CEO PT Laksita Bengkulu, Afrizal Arifin (Ijal), mengingatkan para kader bahwa modal utama dalam membangun usaha bukanlah semata-mata uang.

​"Ingin berbisnis tidak harus punya modal besar dulu. Yang paling penting adalah memiliki networking (jaringan) dan niat kuat untuk memulai," ungkap Ijal.

​Menurutnya, alumni HMI yang berwirausaha harus memiliki nilai tambah. Selain mengejar keuntungan, bisnis yang dijalankan selayaknya menjadi sarana ibadah serta mendukung keberlanjutan proses kaderisasi HMI.

​"Kita berharap forum ini berkelanjutan dan membuahkan hasil nyata. Sebagai kader HMI, kita harus memegang teguh prinsip 'Yakin, Usaha, Sampai'" tegasnya.

​Dukungan serupa datang dari sektor perbankan. Direktur Bank Bengkulu yang juga Presidium MW KAHMI Provinsi Bengkulu, Dr. H. Iswahyudi, menekankan pentingnya forum bisnis sebagai ruang belajar berkelanjutan bagi calon pengusaha muda.

​"Pada usia muda, fokuslah belajar dan cari mentor pembimbing. Menjadi pengusaha itu sangat mungkin, asalkan ada niat, ketekunan, dan reputasi keuangan yang terjaga," jelas Iswahyudi.

​Ia juga memberikan peringatan khusus terkait literasi keuangan di tengah maraknya pinjaman digital, terutama pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi.

​"Jangan sembarangan memberikan data pribadi seperti KTP karena rawan disalahgunakan. Selain itu, jaga rekam jejak keuangan agar tidak menjadi hambatan saat mengajukan pembiayaan di bank kelak," pungkasnya. (**)