JEMBER, ewarta.co – Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, berlangsung semarak sekaligus religius. Bertepatan dengan bulan Maulid 1448 H, Pengurus Ranting NU Desa Sumberkejayan bersama Jamaah Sholawat Ittisholana menggelar longmarch sepanjang 2 kilometer sambil melantunkan Shalawat Burdah dan doa bersama, Senin malam (17/8/2026).
Aksi jalan kaki ini melintasi Jalan Nasional Jember–Banyuwangi, dimulai dari halaman Masjid Baitur Rohim Dusun Krajan hingga garis finish di lapangan Balai Desa Sumberkejayan. Sepanjang rute, pengawalan dilakukan oleh personel Banser bersama PAC GP Ansor Mayang.
Di lokasi finish, rangkaian acara diawali dengan tawasul Fatihah yang dipimpin Rois Syuriah Ranting NU Desa Sumberkejayan, KH. Kholilur Rohman, lalu dilanjutkan tahlil oleh Ketua Ranting NU Desa Mayang, Ust. Sukarinullah.
Sekretaris MWCNU Mayang, Gus Ahmad Muzammil, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif kolaboratif ini.
"Kegiatan seperti ini tidak hanya dilaksanakan di satu desa saja, kami berharap bisa menyeluruh di semua desa se-Kecamatan Mayang," ujar Gus Muzammil.
Acara berlanjut dengan pembacaan Shalawat Nariyah dan Mahallul Qiyam yang dipimpin Ketua Penggerak Shalawat Nariyah Ittisholana sekaligus Ketua Ranting NU Desa Sumberkejayan, Ust. Mukhlis. Rangkaian acara ditutup dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta doa bersama yang dipimpin Ketua MWCNU Mayang, H. Muhammad Hafit Izza, S.Ag.
Gus Muzammil menegaskan, perpaduan momentum HUT RI dan bulan Maulid merupakan wujud syukur atas kemerdekaan (Hubbul Wathon) sekaligus kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
"Ini momentum berburu syafaat di bulan Maulid dengan memperbanyak shalawat. Acara ini menjadi istimewa karena tercipta sinergi antara elemen struktural dan kultural NU," ungkapnya.
Pengurus MWCNU, Ranting, Banom, serta lembaga NU melebur dalam satu barisan bersama jamaah Ittisholana. Menurutnya, hal ini menjadi simbol rekatnya hubungan ulama dan umat.
"Inilah ikhtiar tersambungnya sanad keilmuan dan perjuangan antara ulama dengan umatnya. Langkah konkret membentengi akidah Ahlussunnah Wal Jamaah sekaligus memperkokoh rasa cinta tanah air dan bangga ber-NKRI," pungkasnya.
Dukungan senada disampaikan Ketua Tanfidziah Ranting NU Mayang, Ust. Sukarinullah. Ia berkomitmen untuk terus menggalang kegiatan serupa di wilayahnya.
"Kami akan terus mengajak jamaah shalawat di desa untuk memupuk iman, kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, serta loyalitas kepada NKRI," tuturnya. (hafit)










