BENGKULU, ewarta.co -- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu Suharto meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu memaksimalkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui berbagai sektor.
Suharto mengatakan, PAD Bengkulu yang dominannya berasal dari pajak bumi dan bangunan serta pembelian alat transportasi dinilai belum maksimal.

“Penjualan pada produksi kendaraan yang ada di Bengkulu juga mempengaruhi PAD, makanya saat terjadi resesi banyak pajak dari penjualan itu tidak optimal,” kata Suharto.
Lebih Jauh, pihaknya mendorong peningkatan PAD harus dibarengi dengan evaluasi pengoptimalan sektor lain yang memiliki potensi pendapatan.
"Misalnya pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB), pajak air permukaan, pariwisata dan lainnya itu bisa digarap jadi PAD,"tutup Suharto.









