Bengkulu, eWarta.co – Panitia Khusus (Pansus) PAD DPRD Kota Bengkulu kembali mengintensifkan pembahasan sektor perparkiran melalui rapat lanjutan di Ruang Gading Cempaka, Senin (20/4/2026). Ketua Pansus, Pudi Hartono, memimpin langsung jalannya rapat yang memfokuskan evaluasi pada potensi kebocoran pendapatan dari parkir tepi jalan umum.
Dalam rapat tersebut, Pansus menghadirkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Dinas Perhubungan sebagai pihak terkait. Selain itu, manajemen Indomarco Prismatama Bengkulu juga dipanggil untuk memberikan penjelasan terkait pengelolaan parkir di gerai Indomaret yang tersebar di Kota Bengkulu.
Pudi menegaskan, klarifikasi dari pihak manajemen diperlukan untuk memastikan kejelasan status hukum pengelolaan parkir, sekaligus menghindari potensi tumpang tindih kewenangan di lapangan.
“Harus ada kejelasan dasar hukum. Jangan sampai pengelolaan parkir ini justru menimbulkan persoalan baru, baik bagi daerah maupun masyarakat,” kata Pudi.
Ia menyebut, persoalan parkir selama ini tidak hanya berkaitan dengan target pendapatan, tetapi juga sistem yang belum tertata dengan baik. Karena itu, Pansus mendorong adanya penataan ulang secara menyeluruh.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah penetapan zona parkir yang dinilai perlu diperjelas, termasuk pendataan dan klasifikasi juru parkir agar lebih terstruktur. Dengan sistem yang lebih rapi, potensi konflik di lapangan diharapkan dapat diminimalisir.
Menurut Pudi, langkah pembenahan ini juga diarahkan untuk menciptakan sistem pengelolaan yang transparan dan akuntabel, bukan sekadar mengejar peningkatan angka PAD.
“Yang kita kejar bukan hanya target, tapi sistem yang kuat dan berkelanjutan. Kalau tata kelola jelas, kebocoran bisa ditekan,” ujarnya.
Pansus memastikan proses evaluasi belum selesai dan akan terus berlanjut. Rapat lanjutan dijadwalkan digelar pekan depan dengan agenda pendalaman data dari masing-masing instansi.
Melalui rangkaian pembahasan ini, DPRD Kota Bengkulu menargetkan lahirnya formulasi kebijakan yang lebih komprehensif dalam penataan sektor parkir, sebagai salah satu sumber strategis peningkatan PAD.









